Penurunan Biaya Haji Hanya “Kamuflase”?

27

JAKARTA-Masyarakat menilai turunnya Biaya Penyelenggaran Ibadah Haji (BPHI) yang hanya sebesar US$90 dinilai tidak ada artinya dan tidak memiliki dampak terhadap calon jamaah  haji. “Penurunan BPIH ini tentu sebuah kamuflase dan menipu rakyat. Bahkan sama sekali tidak mencerminkan pro rakyat,” kata anggota Komisi VIII DPR F-PDI Perjuangan, MH Said Abdullah kepada wartawan di Jakarta,Rabu,(3/4).

Bagi Fraksi PDI Perjuangan, kata Said lagi, tentu saja penurunan BPIH ini sama halnya sebuah kebohongan public. Dalam perhitungan penurunan biaya ini, hanyalah sekadar permainan posting angka-angka belaka. “Coba bayangkan, dari dana optimalisasi atau uang setorang jamaah yang naik fantastis sampai Rp2,3 triliun, masak hanya mampu menurunkan US$90,” tambahnya.

Menurut Said, seharusnya pemanfataan dana optimalisasi haji itu bisa sangat efektif untuk subsidi jamaah haji. Sehingga mampu mengurangi beban pembiayaan yang dibayar langsung oleh jamaah haji. “Ini sungguh sangat mengecewakan, karena tahun demi tahun yang  terjadi adalah tidak adanya peningkatan pelayanan ibadah haji. Tapi justru malah kali ini, ketika menteri Agama menyatakan BPIH itu turun,” terangnya.

Padahal, lanjutnya,  F-PDI Perjuangan 2007 lalu sempat mengusulkan agar sebaiknya dilakukan dulu moratorium setoran ibadah haji. Sampai pada titik antrian pertiga tahun. “Ternyata mereka keberatan ini dengan usulan ini. Bahkan tidak dimengerti. Karena orientasi mereka adalah bagaimana memainkan bunga setoran  jamaah haji,” imbuhnya.

Seperti diketahui, kemarin, pemerintah menyatakan BPIH 2013 mengalami penurunan bila dibandingkan pada 2012 lalu. Pada 2012, BPIH sebesar USD 3.617 atau Rp34.723.200 (dengan kurs Rp9.600), namun kini turun menjadi USD3.527 atau Rp33.859.200. Dengan begitu, maka ada penurunan USD 90 atau sekira Rp864.000.

Menteri Agama Suryadharma Alie menjelaskan, penurunan angka tersebut merupakan biaya rata-rata dari total 12 embarkasi yang ada di Tanah Air. “Biaya yang sebesar USD 3.527 itu adalah biaya rata-rata, angka rata-rata. Dan angka itu setelah dibreakdown di 12 embarkasi. Ada variasinya, berbeda-beda,” ujarnya

Suryadharma menyebutkan BPIH tiap embarkasi sebagai berikut, untuk Aceh sebesar USD3.253, Medan USD3.267, Batam USD3.357, Padang USD3.329, Palembang USD3.381, Jakarta USD3.522, Solo USD3.542, Surabaya USD 3.619, Balikpapan USD3.744, Banjarmasin USD3.733, Makasar USD3.807, dan Lombok USD3.782. “Kemudian kita ambil rata-rata menjadi USD 3.527. Dibandingkan rata-rata BPIH 2012 sebesar USD 3.612. Berarti ada penurunan rata-rata USD 90,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa penurunan BPIH karena adanya penekanan biaya penerbangan. Jika pada 2012 komponen penerbangan sebesar 49 persen, maka di tahun ini turun menjadi 46 persen. Kendati biaya penerbangan mengalami penurunan namun ada kenaikan biaya penyewaan rumah yang tidak bisa dihindarkan. Pada 2012, komponen biaya perumahan dari seluruh biaya haji hanya 30 persen sementara pada 2013 menjadi 32 persen. Artinya ada peningkatan dua persen. “Kenaikan dua persen ini juga adalah kenaikan yang sudah ditekan sedemikian rupa. Namun kenaikan dari sisi sewa rumah itu tidak dibebankan kepada jamaah,” tuturnya. **can