Presiden Jokowi Minta Kawasan Industri Lhokseumawe Dihidupkan Lagi

Presiden Jokowi Minta Kawasan Industri Lhokseumawe Dihidupkan Lagi

37
0
BERBAGI
Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN, Dirut PT PLN, dan Gubernur Aceh menekan tombol sirene peresmian PLTMG Arun, di Lhoksesumawe, Aceh, Kamis (2/6) pagi

LHOKSEUMAWE- Presiden Joko Widodo meminta agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lhokseumawe dihidupkan lagi. Hal ini dimungkinkan setelah diresmikannya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Arun, di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, yang berkapasitas 184 Mega Watt (MW). “Karena disini ada pabrik kertas Krap Aceh, ada Pupuk Iskandar Muda, ada juga pupuk AAF, apalagi yang gede-gede? …. Oh iya, semen juga. Ini harus dihidupkan lagi,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya saat meresmikan PLTMG Arun, di Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, Kamis (2/6).

Presiden mengaku sudah menyampaikan kepada Gubernur Aceh serta berdiskusi dengan Menteri BUMN agar segera dicarikan solusi dari hambatan-hambatan di lapangan ,sehingga industri-industri di Lhokseumawe bisa hidup kembali. “Ini akan membuka lapangan pekerjaan dan juga perputaran uang yang ada di Provinsi Aceh  bisa lebih besar lagi,” tuturnya.

Presiden Jokowi mengatakan memang tidak mudah dalam memutuskan persoalan  yang mengambat di lapangan. Contohny, supply gas. Sekarang yang ada suppply gas itu dari Tangguh. Berari dari Papua dibawa ke sini. “Sangat jauh sekali. Tetapi tidak apa-apa, yang paling penting ada kalkulasinya, ada perhitungannya bahwa secara ekonomi itu bisa visible, bisa masuk,” jelas Presiden.

Mengenai infrastruktur, Presiden Jokowi meminta kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota agar pembangunan tol trans Sumatra ini, yang dari Lampung sudah dimulai tahun kemarin. “Keinginan kita, insha Allah yang dari Aceh, yang dari barat ini juga dimulai. Jadi nanti yang dari barat, dari timur menuju ke tengah sambung,” paparnya.

Menurut Presiden, soal jalan tol trans Sumatera itu sudah sampaikan kepada Gubernur Aceh akan dimulai tahun ini. Dengan catatan pembebasan lahan harus diselesaikan oleh Gubernur, Bupati, dan Walikota. Sedangkan yang bayar pemerintah pusat. “Tetap yang membayar pemerintah pusat, tetapi penyelesaian itu ada di daerah. Pendekatan dengan masyarakat, mengajak masyarakat, menghimbau masyarakat. Karena kalau tidak, ya percuma, duitnya ada tapi pelaksanaan di lapangan nggak bisa,” terang Presiden.

Kejar Kekurangan

Terkait proyek PLTMG Arun, Presiden Jokowi mengatakan keluahan setiap daerah hampir sama. “Listriknya hidup dan mati, listriknya byar pet. Selalu itu keluhannya. Kemudian kalau kita membangun dengan batubara itu memakan waktu 4 – 5 tahun. Waktu yang sangat panjang,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, untuk mengejar kekurangan-kekurangan yang ada di provinsi maupun di kabupaten kota, salah satunya adalah membangun pembangkit listrik tenaga mesin gas. “Jadi PLTMG ini adalah untuk mempercepat kekurangan-kekurangan listrik di daerah,” ujarnya.

Presiden menjelaskan, kalau PLTMG Arun yang berkapasitas 184 MW tidak ada, sulit mengharapkan investasi masuk ke Lhokseumawe. Mau bangun hotel, pasti  tanya listrik, kalau tidak ada yang pasti akan mundur investornya.

“Mau bangun industri, datang, sudah cocok dengan daerah dan supply bahan bakunya. tapi listriknya tidak ada, pasti juga akan mundur. Inilah kecepatan PLN dalam mereaksi, merespon kekurangan-kekurangan listrik yang ada di daerah,” tutur Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan itu Presiden Jokowi memuji pembangunan PLTMG Arun yang dinilainya cepat sekali, konstruksi hanya 3 bulan kemudian membangun untuk mesinnya 6 bulan. Kemarin yang di Bangka Belitung juga sama 3 bulan dan 6 bulan.

Proyek PLTMG Arun itu berkapasitas 184 MW, pembangunan dilaksanakan oleh PT. Wijaya Karya, dengan lama pengerjaan 18 bulan. Pelasanaan pengerjaan proyek PLTMG Arun dimulai pada pertengahan tahun 2014.