Presiden Segera Resmikan Bandara di Miangas dan Yahukimo

43
Presiden Joko Widodo dan para menteri berada di lokasi acara puncak Sail Selat Karimata (15/10).

KALBAR-Presiden Joko Widodo akan meresmikan beberapa bandar udara di wilayah-wilayah pinggir Indonesia dalam upaya meningkat konektivitas antarwilayah di Indonesia. Adapun bandara yang diresmikan itu yakni Miangas dan Yahukimo. “Tiga hari lagi kita akan juga buka bandara di Miangas, yang paling utara, sudah dekat Filipina,” papar Presiden Jokowi kepada wartawan di Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu (15/10).

Bandara Miangas terletak di Pulau Miangas, salah satu pulau di gugusan Kepulauan Nanusa, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Miangas merupakan satu pulau terluar di sebelah utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Filipina.

Selain itu, di wilayah timur, Presiden, juga akan meresmikan pembangunan bandara Dekai di ibu kota Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua. “Kita akan buka juga dalam 3 hari ini airport di Yahukimo. Kabupaten yang pinggir-pinggir memang ingin kita kembangkan, supaya konektivitas yang mempersatukan bangsa kita,” tegas Presiden.

Kepala Negara menekankan pentingnya pembangunan konektivitas yang menghubungkan antarpulau dan antarprovinsi yang ada di Indonesia. “Saya kira sangat penting sekali. Ini kenapa misalnya yang paling barat – utara di Natuna juga ada airport-nya, runway-nya juga panjang,” kata Presiden.

Presiden mencontohkan pembangunan Bandar Udara Ranai yang baru diresmikannya beberapa hari yang lalu. Bandara Ranai itu kini memiliki luas 3.865 m2 dengan kapasitas pelayanan penumpang sekira 385 orang, peningkatan yang sangat signifikan dibanding sebelumnya yang hanya memiliki luas 243 m2.

Seperti diketahui, Bandara Miangas mulai dibangun tahun 2012 setelah dilakukan pembebasan tanah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud. Pembangunan bandara rampung pada pertengahan  tahun 2016 ini. Total investasi untuk pembangunan bandara Miangas  adalah sebesar Rp 275 miliar. Dengan perincian, pada tahun 2012 dana investasi reguler  Rp 5 miliar dan dana APBNP Rp 15 miliar, tahun 2013 dana reguler Rp 90 miliar, tahun 2014 dana reguler Rp 50 miliar, tahun 2015 dana reguler Rp 55 miliar dan tahun 2016 APBNP Rp 60 miliar.

Sedankan Bandara Dekai di Yakukimo ini menghabiskan dana sebesar Rp320,7 miliar. Bandara  diberi nama “Upbu Nop Goliat” itu, mulai dibangun sejak 2004 lalu sepanjang 2.070 meter.