Presiden Targetkan Pembangunan MPP di Lombok Selesai Agustus

Presiden Targetkan Pembangunan MPP di Lombok Selesai Agustus

0
BERBAGI
Presiden saat groundbreaking Mobile Power Plant Jeranjang berkapasitas 2×25 mw di Lombok Barat, NTB, Sabtu (11/6)

LOMBOK-Presiden Joko Widodo melakukan groundbreaking Mobile Power Plant (MPP) Jeranjang berkapasitas 2×25 mw di Desa Kebunayu, Kecamatan Grrung, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/6).  Ditargetkan, pembangunan MPP ini selesai pada Agustus mendatang. “Tadi saya menanyakan ke Pak Dirut PLN (Sofyan Basyir). Katanya kira-kira insya Allah Agustus akan selesai,” ujar Presiden Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara peresmian kali ini adalah Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Sudirman Said, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Dirut PLN Sofyan Basir dan Gubernur Nusa Tenggara Barat serta pejabat setempat.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menjelaskan proyek mobile power plant ini sebetulnya sudah dimulai 4 bulan yang lalu untuk menyiapkan konstruksinya, meskipun mesinnya belum masuk.“Saya memang tidak pernah mau sekarang untuk memulai proyek dengan groundbreaking. Jadi waktu belum ada apa-apa saya suruh datang, saya tidak mau,” tutur Presiden Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyampaikan lebih baik datang pada saat proyek sudah berjalan sehingga bisa memastikan kapan proyek ini selesai. “Saya harapkan selesai tepat waktu,” ujar Presiden Jokowi.

Seusai groundbreaking, Presiden Jokowi membagikan sembilan bahan pokok (sembako) kepada masyarakat yang hadir dan melakukan peninjauan pembangunan proyek MPP 2×25 MW Jeranjang.

Sementara itu, Dirut Perusahaan Listrik Negera (PLN, Sofyan Basyir mengatakan, pembangunan pembangkit listrik ini merupakan bagian dari program listrik 35.000 MW yang akan memenuhi pasokan listrik di Nusa Tenggara Barat.  “Terkait program listrik 35.000 MW, total kapasitas yang akan dibangun di Lombok ini sampai 2019 nanti lebih kurang 500 MW tambahan,” ujarnya.

Sofyan  menuturkan MPP Jeranjang ditargetkan beroperasi akhir Agustus tahun ini. Namun akan diusahakan untuk diselesaikan sebelum penyelenggaraan MTQ Nasional 2016 pada akhir Juli 2016.“PLTG Jeranjang menggunakan bahan bakar gas dalam operasionalnya sehingga diharapkan dapat menghemat Rp26 miliar per tahun. Masuknya MPP ini dalam sistem kelistrikan Lombok dapat meningkatkan rasio elektrifikasi di sini yaitu dari 73 menjadi 78 persen pada akhir Desember 2016. Meningkatnya rasio elektrifikasi maka bisa menjadi katalisator peningkatan perekonomian Lombok dan sekitarnya,” kata Sofyan.