Produksi Esemka Hanya Sesuai Pemesan

164
solopos.com

SOLO-Mobil Esemka karya anak bangsa tampaknya belum bisa diproduksi secara massal. Alasanya, hingga saat ini masih diproduksi secara manual saja, alias belum ada pabrikan yang berminat untuk memproduksinya. “Banyak ganjalannya, belum ada keseriusan dari pemerintah,” kata Wali kota Solo F.X  Hadi Rudyatmo saat acara press Ghatering MPR RI dengan wartawan parlemen di Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/11)

Selain itu, kata Rudi, BUMN juga belum ada yang berminat untuk mengembangkannya ke depan. “Jadi saat ini, produksinya hanya sesuai pesanan individu saja,” tegasnya.

Menurut Rudi, tugas dirinya sebagai kepala daerah hanyalah sebatas mengantarkan produksi karya anak bangsa ini bisa lolos sesuai dengan standar mobil nasional. “Meski uji emisi akhirnya Esemka juga lolos,” ucapnya.

Seperti diketahui pada Oktober 2013 lalu, Produk Esemka sempat mejeng di Jakarta Convention Center (JCC) guna mengikuti Pameran Produk Dalam Negeri 2013. Namun dari 4 hari mengikuti pameran, baru terjual sebanyak 3 unit. Mobil Esemka buatan PT Solo Manufaktur Kreasi tampaknya belum banyak yang melirik.

Marketing PT Solo Manufaktur Kreasi Tri Yuli Puspitarini mengatakan sejak mengikuti pameran di JCC, 4 hari lalu sampai saat ini baru 3 unit mobil Esemka yang laku terjual. “Sudah ada 3 orang pesan, mereka sudah mau, sudah nanya nomor rekening dan sudah DP (uang muka),” katanya

Menurut Rini, ketiga pembeli mobil Esemka tersebut mengaku mau membeli mobil nasional ini karena kecintaannya terhadap produk dalam negeri.

Mereka ingin ikut mengembangkan produk dalam negeri termasuk mobil Esemka. “Mereka cinta Indonesia mau membeli produk Indonesia begitu,” ujarnya

Selain itu, ketiga pembeli mobil Esemka tersebut beralasan karena mobil Esemka dinilainya kokoh. “Soalnya mereka melihat kekokohan mobil ini kan 1,2 mm body pelatnya (ketebalan bodi mobil),” tegasnya

Rini menambahkan, mobil Esemka ini juga menghadirkan keamanan walaupun harga murah. “Kita menghadirkan safety lengkap dan harga murah. Kita juga sudah lulus uji emisi, yang sudah punya pertama kali STNK dan BPKB Pak Djokir (Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto),” pungkasnya. **cea