Said: Katakan ke Pakde Karwo, Saya Maju

31

 SURABAYA-Politisi PDI Perjuangan, MH Said Abdullah mengaku siap bertarung dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur 2013, baik menjadi calon gubernur (cagub) ataupun calon wakil gubernur (cawagub)  jika ditugaskan partai untuk maju. Sikap ini merupakan bentuk loyalitasnya terhadap PDI Perjuangan. “Katakan kepada Pakde Karwo (Soekarwo_red), saya maju,” ujar Said di Surabaya Minggu (24/2).

Sebagai kader, Said menegaskan, siap mengemban amanah yang diberikan partai. “Namun saya juga akan siap jika tidak ditugaskan oleh partai. Itu menjadi sikap politik saya,” kata dia

Kendati PDI Perjuangan belum memunculkan bakal calon, bukan berarti partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri ini tidak punya calon.   PDI Perjuangan telah menyiapkan kader terbaiknya untuk maju.  Bahkan kadeer yang dipersiapkan PDI Perjuangan telah menjalani psikotes di DPP PDI Perjuangan terhadap bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim dari kader internal yang akan diusung.

Awalnya, ada 12 orang kader yang mengikuti psikotes.  Namun hanya 6orang kader yang mengikuti psikotes, sementara 6 kader lainnya meminta ijin tidak ikut psikotes.

Enam orang calon yang mengikuti psikotest di DPP PDI Perjuangan adalah Suyanto (Bupati Jombang), Taufik (Bupati Nganjuk), Budi Sulistiyono (Bupati Ngawi), Suhandoyo (Ketua Bappilu DPD PDI Perjuangan Jatim), HM Buchori (Walikota Probolinggo) dan MH Said Abdullah (ANggota DPR RI).

Sementara enam orang calon yang lain, seperti Bambang DH, Tri Rismaharini, Djarot Saiful Hidayat, Peni Suparto, Pramono Anung dan Sirmadji sudah ijin ke DPP tidak bisa mengikuti. “Apakah nantinya ada psikotes susulan atau tidak, saya belum tahu. Itu kan kewenangan DPP,” dalihnya.

Dia memastikan, rekomendasi DPP PDI Perjuangan terkait dengan pilgub Jawa Timur akan keluar pada Maret nanti.  Rekomendasi itu akan ditandatangi langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.  “Paling lambat awal Maret sudah diputuskan siapa calon yang akan didukung dalam Pilgub nanti,” kata  dia.

Di kalangan internal partai memang menginginkan agar calon yang diusung PDI Perjuangan pada pilgub Jatim berasal dari kader sendiri. Namun, partai juga masih membuka peluang kader eksternal.  “Siapapun yang akan direkom DPP, baik dari internal dan eksternal kader, kami dan seluruh komponen partai hingga di tingkatan paling bawah tentu akan mendukung dan berjuang bersama-sama untuk memenangkan pilgub Jatim,” tegas politisi asal Sumenep Madura ini.

Ditanya apakah Khofifah Indar Parawansa masih berpeluang untuk diusung PDI Perjuangan? Dengan tegas, pria yang juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim itu menyatakan peluangnya masih terbuka. “PDI Perjuangan itu partai terbuka, jadi siapapun termasuk Khofifah juga punya peluang yang sama untuk diusung PDI Perjuangan pada Pilgub Jatim mendatang,” tukasnya.

Dia juga menolak adanya dikotomi antara nasionalis dengan relegius. Pasalnya, semua orang nasionalis itu juga beragama dan orang yang beragama juga pasti nasionalis. “Religius dan nasionalis itu terletak pada nilai-nilai, jadi jangan mudah terjebak dengan dikotomi religius dan nasionalis, sebab itu ulah politisi busuk,” imbuhnya.