SBY Tak Diundang, Antasari Minta Jangan Jadi Polemik

39
Wapres Jusuf Kalla menghadiri acara syukuran pembebasan Antasari Azhar

TANGERANG-Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menggelar syukuran atas pembebasan bersyarat yang telah diterimanya beberapa waktu lalu di lantai dua Hotel Grand Zuri, BSD Tangerang Selatan, Sabtu (26/11).Sejumlah tokoh penting seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Wakil Jaksa Agung, Darmono, alumni SMA 7, sejumlah Pengacara, kerabat dan keluarga besar Antasari meramaikan acara.

Sejumlah wartawan menanyakan alasan Antasari yang hanya mengundang Wapres Jusuf Kalla tanpa SBY sebagai mantan Presiden pada zaman Antasari memimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun Antasari meminta media massa agar persoalan tamu undangan pada acara syukuran kebebasannya tidak dijadikan polemik baru.

Antasari beralasan  memiliki kedekatan secara personal dengan Jusuf Kalla, karena saat menjadi narapidana,  Jusuf Kalla beberapakali menjenguknya.

Demikian juga saat menikahkan putrinya,  Jusuf Kalla bersedia menjadi saksi pernikahan. “Beliau beberapa kali jenguk saya saat di Lapas, beliau juga yang menjadi saksi pada pernikahan dua anak saya,” cetus Antasari, Sabtu (26/11).

Jusuf Kalla yang memberikan sambutan di acara syukuran tersebut, menyebutkan kebenaran harus diungkap. Namun upaya menyibak kebenaran sepenuhnya Antasari. “Ada tulisan di background mengatakan kebenaran pasti jaya. Saya kutip aja itu. Tapi yang mengetahui kebenaran itu cuma satu orang. Jadi terserah saja itu. Walaupun itu masa lalu, harus kita selesaikan tapi masa depan beliau juga harus kita pikirkan,” katanya.

Menurut JK, pejabat publik juga harus belajar dari peristiwa yang menimpa Antasari .  “Tapi paling penting ini pelajaran bagi siapa saja, bukan apa-apa menurut saya kebenaran harus terungkap supaya tidak terjadi lagi, itu saja,” tandas Jusuf Kalla.

Menanggapi itu, Antasari berkomentar singkat, “Jangan terlalu jauh kesana dululah, yang pasti saya bulan Januari ini mau Umrah,” tandasnya. (Raja Tama)