Semen Merah Putih Ramaikan Pasar Nasional

142
viva.co.id

JAKARTA-Semen Merah Putih yang merupakan produk PT Cemindo Gemilang kini siap menyerbu pasar lokal. Pabrik semen ini berlokasi di Ciwandan, Cilegon, Banten. “Pabrik semen ini memiliki kapasitas produksi sekitar 750.000 ton semen per tahun. Ini merupakan Grinding Plant Semen Merah Putih pertama yang beroperasi di Indonesia,” kata Direktur Utama PT Cemindo Gemilang, Aan Selamat, dalam siara persnya, Rabu (12/3/2014).

Menurut Aan, semua mesin dan peralatan penunjang produksi semen telah terpasang sejak akhir Januari 2014 lalu. “Saat ini penyelesaian tahap akhir sedang dilakukan,” ujarnya.

Dijelaskannya, dalam kunjungan ke lokasi pabrik Ciwandan beberapa waktu lalu juga dilakukan demonstrasi pengoperasian grinding mill yang berfungsi sebagai instrumen utama penggilingan clinker menjadi semen jadi.

Diperkirakan tahun ini permintaan semen secara nasional akan mencapai lebih dari 60 juta ton. Kebutuhan semen ini diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari 70 juta ton pada 2015.

Aan memaparkan, pembangunan pabrik Semen Merah Putih ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program memperkenalkan produk Semen Merah Putih ke masyarakat sejak 2012 lalu. Saat itu, melalui uji penetrasi pasar dengan menggunakan produk semen yang diimpor dari Vietnam, PT Cemindo Gemilang sukses memposisikan Semen Merah Putih sebagai produk semen berkualitas premium dengan harga kompetitif.

Karena itu, Aan siap mempertahankan kualitas produk Semen Merah Putih. “Quality control yang ketat akan menjadi perhatian kami semua yang ada di Cemindo Gemilang. Tujuannya agar pabrik pertama kami di Indonesia ini mampu menghasilkan semen berkualitas premium,” tuturnya

Tak hanya di Ciwandan, Semen Merah Putih juga sedang membangun pabrik terintegrasi di Bayah. Pabrik di Bayah, akan menjadi pabrik yang terintegrasi dengan kapasitas produksi hingga 10.000 ton clinker/hari atau setara empat juta ton semen per tahun. “Untuk pabrik semen terintegrasi kami di Bayah saat ini masih dalam proses pembangunan,” pungkasnya. (ek)