Standard Chartered Resmi Jadi Bank Pengelola Dana Repatriasi

57
standard chartered bank

JAKARTA-Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi menunjuk Standard Chartered Bank Indonesia sebagai salah satu Gateway dalam rangka program pengampunan pajak (tax amnesty). Penunjukkan tersebut berlaku efektif mulai tanggal 13 September 2016 hingga 31 Maret 2020.

Chief Financial Officer dan Acting Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia, Lea Kusumawijaya, membenarkan penunjukkan resmi tersebut kepada Standard Chartered Bank. “Kami bangga atas penunjukkan dan kepercayaan yang diberikan kepada kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/9).

Sebagai bank yang telah berada di Indonesia selama lebih dari 150 tahun, Standard Chartered terus berkomitmen penuh untuk terus mendukung pertumbuhan dan perkembangan bangsa. “Untuk itu, kami bangga atas penunjukkan sebagai salah satu Bank Persepsi dalam membantu Pemerintah Indonesia mengelola dana repatriasi,” tuturnya.

“Melalui kelengkapan produk simpanan dan wealth management kami yang komprehensif serta kekuatan jaringan internasional yang kami miliki, kami optimis para klien dapat menikmati nilai tambah saat melakukan transaksi perbankan bersama Standard Chartered,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, beberapa instrumen gateway akan digelontorkan oleh pihak bank. Diantaranya, mulai dari tabungan, hingga deposito. Adapun instrumen investasi bisa berupa obligasi, reksadana, serta instrumen investasi dan bancassurance lainnya. “Dalam mendukung kegiatan ini, kami berkomitmen untuk terus mematuhi undangundang maupun peraturan yang berlaku terkait pengelolaan dana repatriasi ini. Untuk itu, kami akan memulai sosialisasi kepada para klien dan nasabah kami melalui berbagai kegiatan, materi brosur, dan/atau melalui layanan yang diberikan oleh tim frontliner kami,” tambah Lea.

Pada bulan Juli 2016 lalu, Pemerintah Indonesia menunjuk 55 institusi keuangan sebagai gateway terkait program pengampunan pajak tersebut yang terdiri atas 18 buah bank, 18 manajer investasi, serta 19 perusahaan sekuritas. Bersama Standard Chartered Bank, PT Bank OCBC NISP Tbk. serta Deutsche Bank AG melengkapi daftar gateway tersebut menjadi 58 institusi.