Survei Maret 2014 : Pertumbuhan Penjualan Eceran Meningkat

27

JAKARTA-Hasil Survei Penjualan Eceran bulan Maret 2014 menunjukkan pertumbuhan penjualan eceran yang meningkat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan tahunan Indeks Penjualan Riil (IPR) yang meningkat dari 18,8% (yoy) di bulan Februari 2014 menjadi 25,1% (yoy) pada Maret 2014.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonsia (BI), Tirga Segara mengatakan hasil tersebut mengkonfirmasi konsumsi rumah tangga yang masih kuat di triwulan I 2014. Pertumbuhan IPR yang meningkat terutama didorong oleh kuatnya permintaan pada Kelompok Barang Lainnya serta Kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi.

Dari 10 kota yang disurvei, mayoritas mengalami peningkatan, dengan peningkatan terbesar di kota Bandung. “Pada bulan April 2014 penjualan eceran diperkirakan masih dalam tren yang meningkat, dengan pertumbuhan IPR mencapai 27,8% (yoy),” jelasnya usai memaparkan hasil survey Divisi Statistik Sektor Riil, Group Statistik Domestik, Departemen Statistik​​ BI di Jakarta, Selasa (13/5).

Survei juga mengindikasikan bahwa ekspektasi terhadap tekanan harga pada 3 bulan dan 6 bulan mendatang masih terkendali. Indikasi ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) 3 bulan mendatang yang sebesar 146,2 sedikit lebih rendah dibandingkan IEH pada bulan sebelumnya sebesar 147,8. Pada 6 bulan mendatang, IEH diperkirakan sebesar 137,1 menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 146,0.

Berbeda dengan survey penjualan eceran, survei Konsumen BI pada April 2014 menunjukkan keyakinan konsumen sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2014 tercatat 113,9, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang tercatat 118,2. Penurunan keyakinan konsumen bersumber dari melemahnya persepsi responden baik terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan mendatang. “Dari 18 kota yang disurvei, penurunan IKK terjadi di 8 kota dengan penurunan terdalam terjadi di Semarang (-22,3 poin) dan Bandar Lampung (-20,1 poin). Meski secara bulanan menurun, namun IKK April 2014 masih sedikit lebih tinggi dibandingkan IKK April 2013 (113,4),” katanya.