Tiga Pesan dari Pringsewu Demi NKRI

65

LAMPUNG-Dandim 0424 Tanggamus Kolonel (Inf) Hista Soleh Harahap menyampaikan tiga pesan dalam menjaga Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI) yakni ketahanan moral, ketahanan budaya dan keamanan. Hal itu disampaian Hista kepada pemuda peserta Halal Bil Halal Pemuda Lintas Agama, Lintas Organisasi dan Komunitas, di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Lampung, Minggu (16/7).

Berkaitan moral, menurutnya, pemuda harus ikut merasa bahwa NKRI merupakan bagian dari warga Indonesia. Selain itu, pemuda juga harus  aktif dalam mempopularkan budaya Indonesia.

Sebab kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini lebih senang menggunakan bahasa dan tren yang berasal dari luar negeri. “Mengajak kita semua bangga menjadi warga Indonesia, apapun warna kulit kita dan apa pun suku kita, kita harus bangga menjadi warga Indonesia,” ungkapnya kepada 400-an pemuda peserta Halal Bil Halal.

Dalam kegiatan tersebut Dandim 0424 Tanggamus Hista Soleh Harahap bersama Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili dan DPD RI Anang Prihantoro memberikan materi wawasan kebangsaan.

Hista  berharap warga juga  melaksanakan ketahanan keamanan untuk dirinya sendiri maupun wilayahnya. Supaya, masyarakat sama-sama mendeteksi dini prihal yang berpotensi mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Diantaranya dengan menerapkan 1×24 jam tamu wajib melapor.

Kepala Polres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili menginginkan masyarakat mencintai negaranya dengan bangga menaati aturan. Sehingga keamanan tersebut muncul bukan karena aparat pemerintahnya, melainkan karena masyarakatnya yang tertib. Sebab masyarakat itu sendiri mampu membangun budaya  tertib.

Mengingat pentingnya masalah keamanan, menurut dia, perlu dibuat sebuah tren bahwa Pringsewu itu sebagai daerah yang aman. “Harus kita bangun efek psikologis bahwa Pringsewu itu aman. Siapapun yang ada di Pringsewu,” tukas Alfis.

Meskipun, tambah dia, secara data masih terdapat kejadian pidana. Oleh karena itu lah Alfis mengajak setiap warga menjaga keamanan itu dengan tidak menjadi pelaku pidana dan menjaga keluarga supaya tidak menjadi korban kejahatan.

Anggota DPD RI Anang Prihantoro dihadapan peserta Halal Bil Halal  mengapresiasi fatwa MUI tentang hukum dan pedoman bermuamalah melalui  media sosial (medsos). Ia berharap pemuda yang lebih aktif dalam medsos dapat meminimalisir hal yang dapat menimbulkan konflik.

Mengingat medsos sendiri berpeluang memunculkan persoalan baru ketika apa yang dituliskan tidak benar atau kebohongan. Dia menyatakan, fitnah atau menyebarkan kebohongan juga tidak diperkanankan. “Mengadu domba, pasti ini hal yang buruk, dan kita semua pasti setuju,” tegasnya.

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi menilai bahwa kegiatan silahturahmi dan Halal Bil Halal ini dapat semakin merekatkan dan menjalin persatuan pada seluruh potensi yang ada di Kabupaten Pringsewu.

Apa lagi, tambah dia, kegiatan ini merupakan keinginan mutlak dari para peserta Halal Bil Halal dan bukan dari Pemkab Pringsewu.

Fauzi yakin dengan keberagaman yang ada di Bumi Jejama secananan akan menjadi hal yang positif apa bila membinanya secara bersama-sama. “Kami berharap potensi lain dapat dikembangkan oleh kawan-kawan kepemudaan,” ujarnya.

Ia pun mengajak untuk sama-sama mengembangkan Kabupaten Pringsewu supaya memiliki daya saing. Serta Kabupaten Pringsewu yang harmonis, antara masyarakat dengan pemerintah, antara masyarakat dengan masyarakat, antara pemeluk agama dan potensi kepemudaan. “Demikian  terciptalah komunikasi yang menimbulkan ketenangan dan kenyamanan,” tuturnya.

Ketua Panitia Halal Bil Halal Frediyanto mengatakan Halal Bil Halal Pemuda Lintas Agama, Lintas Organisasi dan Komunitas terselenggara atas adanya kesamaan niat dan tujuan masing-masing organisasi dan komunitas untuk membangun persaudaraan dalam kebersamaan.

Dalam momen kebersamaan itu dibentuklah kesepakatan untuk menjaga NKRI dengan membingkai kebinekaan dan menggalang persaudaraan. Yakni dengan penandatanganan di atas banner putih oleh masing-masing koordinator/ketua organisasi atau komunitas.

Terdiri dari, GP Ansor, Pemuda Katolik, Perhimpunan Pemuda Hindu, Pemuda Budha, dan Pemuda Kristen. Serta organisasi fans Oi Pringsewu, Slank Fans Club dan Unitet Indonesia Chapter Pringsewu. Juga Komunitas Sepeda Tua Indonesia, Komunitas Berbagi Nasi, Vespa Bambu Seribu dan BKCL.

Diantara  organisasi tersebut, Ketua Pemuda  Katolik Komcab Pringsewu R Didik Budiawan C terkesan dengan semangat kebersamaan Halal Bil Halal itu.  “Mengingat kebersamaan tersebut terbangun dari sejak mempersiapkan kegiatan itu. Dimana kepenitiaan acara ini oleh gabungan organisasi dan komunitas,” imbuhnya.

Selain itu kegiatannya diawali dari dana patungan sukarela dari masing-masing anggota organisasi/komunitas. Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan berharap kegiatan yang dikerjakan secara bersama-sama ini dapat berlanjut. “Bahkan menjadi agenda bersama dalam suatu momen. Sama hal harapan organisasi lainnya,” pungkasnya.