Uskup Agung Semarang Berziarah Kubur KH Mahfudz Ridwan

104
Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko mengadakan ziarah kubur di makam KH Mahfudz Ridwan

SEMARANG-Uskup Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko mengadakan ziarah kubur di makam keluarga Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Tuntang, Kabupaten Semarang pada hari pertama Idul Fitri 1 Syawal 1438 H.

Didampingi Anggota Kuria Keuskupan Agung Semarang (Romo FX Sukendar Wignyosumarta, Romo I. Triatmoko MSF, Romo I. Aria Dewanta SJ dan Romo AG Luhur Prihadi) serta Ketua Komisi Hubungan Antaragama KAS, Romo Aloys Budi Purnomo Pr, Mgr Ruby berdoa di pusara makam KH Mahfudz Ridwan yang wafat (28/5) lalu.

Ziarah dan doa di pusara makam KH Mahfudz Ridwan merupakan spontanitas kasih Uskup Agung Semarang yang hari itu sedang bersafari silaturahmi Idul Fitri.

Salah satunya, Bapak Uskup Robertus berkunjung ke Ponpes Edi Mancoro.

Di rumah kediaman mendiang KH Mahfudz Ridwan, rombongan Bapak Uskup disambut oleh Nyai Hajah Nafisah Ridwan, istri KH Mahfudz Ridwan.

Saat itu, Gus Hanif yang menjadi penerus pengasuh pondok sedang keluar rumah.

Secara spontan, sambil menunggu Gus Hanif, Romo Budi meminta ijin kepada Nyai Nafisah dan menawarkan kepada Bapak Uskup untuk sebentar berkunjung ke kubur tempat jenazah KH Mahfudz Ridwan dimakamkan.

Ijin diberikan, tawaran disambut, maka beranjaklah rombongan berjalan kaki menuju makam yang tak jauh dari rumah kediaman Nyai Nafisah.

Doa Uskup

Sesampai di makam, Romo Budi berkata, “Abah KH Mahfudz Ridwan yang terkasih, assalamualaikum. Saya mengantar Bapak Uskup Agung Semarang yang baru, Mgr. Robertus Rubiyatmoko pengganti sahabat panjenengan mendiang Mgr. Johannes Pujasumarta. Kami datang mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Semoga segala khilaf dan salah kami dilebur pada hari raya ini. Doakanlah kami sebab kami percaya Mbah Mahfudz saat ini sudah bahagia di surga.” Kalimat-kalimat itu diucapkan dalam bahasa Jawa halus oleh Romo Budi.

Sesudah itu, Mgr Rudy mulai berdoa. Kurang lebih, beginilah Mgr Ruby berdoa, “Ya Allah yang Maha Esa, Maha Kuasa dan Maha Kasih. Syukur bagiMu atas teladan kehidupan yang Kau berikan kepada kami melalui KH Mahfudz Ridwan semasa hidupnya. Keterbukaan dan persahabatannya dengan banyak orang termasuk dengan Gereja Katolik menjadi berkah untuk kehidupan bangsa kami.

Semoga bersama keluarga dan ahli warisnya, kami dapat selalu menjaga, mencontoh dan melanjutkan teladan hidupnya. Semoga Kau berkati bangsa kami dengan kerukunan, keadilan dan kesejahteraan seperti diperjuangkan KH Mahfudz Ridwan selama hidupnya.

Anugerahkanlah kedamaian, ketentraman dan kebahagiaan di surga kepada KH Mahfudz Ridwan. Berkatilah kami semua kini dan sepanjang masa. Amin.”

Sesudah itu, rombongan kembali ke rumah kediaman mendiang KH Mahfudz Ridwan untuk berjumpa dan bersilatutahmi dengan Gus Hanif.

Romo Budi memperkenalkan satu per satu mulai dari Bapa Uskup, Romo Kendar, Romo Aria, Romo Tri dan Romo Luhur kepada Gus Hanif. Gus Hanif masih sempat bercanda sambil memegang pundak Romo Budi, “Lah yang ini ndak diperkenalkan?” “Ndak usah Gus!” Jawab Romo Budi disambut tawa lepas Gus Hanif yang mempersilahkan Bapak Uskup dan rombongan untuk duduk dan menikmti hidangan yang sudah disediakan.