XL Axiata Manfaatkan Jaringan Palapa Ring

11

JAKARTA-Jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring bisa menopang layanan telekomunikasi yang disediakan oleh operator telekomunikasi. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya mengatakan XL Axiata baru saja membuka jaringan 4G di Kepulauan Anambas dan Kepulauan Natuna bulan Februari lalu.

“Kami sudah pasang, masuk ke Pulau Anambas, sudah punya akses di sana,” ungkapnya usai acara Dialog dan Persemian Pojok Pintar SisterNet di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (04/03/2019).

Menurut Yessie, hingga akhir 2018, pembangunan jaringan 4G XL Axiata sudah mencapai 85 hingga 86 persen. “Ekspansi jaringan 4G XL menargetkan wilayah di luar Pulau Jawa, termasuk di antaranya Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. XL sudah memanfaatkan infrastruktur jaringan Palapa Ring Barat, yang selesai dibangun tahun lalu,” ungkapnya.

Yessi menyatakan, perusahaan operator seluler XL Axiata menargetkan 92 persen pelanggan akan terjangkau jaringan 4G hingga akhir tahun 2019.

“Harapannya 92 persen itu akan selalu di 4G tidak turun ke 3G. Saat ini, jumlah pelanggan kami mencapai 54,9 juta pengguna. Kami akan fokus ekspansi jaringan ke wilayah luar Pulau Jawa dengan memanfaatkan Palapa Ring yang pembangunannya hampir rampung,” katanya.

Sementara untuk pemanfaatan Palapa Ring Tengah bagi XL, kata Yessie hingga saat ini masih dalam tahap diskusi dan sedang menantikan infrastruktur Palapa Ring Timur selesai untuk selanjutnya berencana akan ekspansi jaringan 4G ke wilayah Indonesia Timur.

“Sudah ada rencana untuk wilayah tengah, begitu aktif, kita langsung ambil yang tengah. Palapa Ring Timur, kita liat dulu jadinya sampe mana baru kita perhitungkan,” tuturnya.

Keberadaan Palapa Ring, menurut Yessie memudahkan konektivitas experience pelanggan jauh lebih baik. “Kalau dulu pakai satelit udah mahal bandwithnya kecil pula, Sekarang udah pakai fiber jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya dengan menggunakan teknologi satelit,” terangnya.


Dukung Pemberdayaan Perempuan

Berkaitan dengan posisi perempuan Indoensia, era digital membuka kesempatan luas bagi siapa saja untuk meningkatkan kemampuan dengan memberdayakan potensi diri.

“Termasuk bagi semua perempuan Indonesia. Apalagi dengan keberadaan jaringan data yang semakin meluas hingga ke pelosok-pelosok daerah, tidak ada alasan lagi bagi perempuan pedesaan untuk tidak menjadi setara secara akses ke sumber-sumber edukasi dan memperbesar peluang ekonomi,” ungkapnya dalam Dialog Pojok Pintar SisterNet.

Menurut Yessie, wahana belajar digital menjadi wujud nyata ekosistem komunikasi dan informatika dalam mengakselerasi kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat dengan teknologi digital. ”Pojok Pintar Sisternet merupakan bagian dari upaya kami untuk mendorong kaum perempuan Indonesia untuk semakin maju secara sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Yessie menjelaskan latar belakang Program SisterNet. Pertama adalah di era digital, di mana sekarang ini menurutnya akses terhadap informasi maupun edukasi jauh lebih terbuka. Kedua, jaringan data yang sudah jauh merata sehingga akses di pelosok-pelosok itu bisa mendapatkan internet.

“Jadi dengan adanya era digital maupun jaringan data, kami melihat bahwa ini adalah kesempatan yang baik sekali bagi perempuan di Indonesia supaya melek digital karena riset yang kami buat sebelumnya memperlihatkan bahwa dibandingkan dengan kaum lelaki, perempuan itu terhadap gadget atau terhadap digitalisasi tidak terlalu mudah sehingga memang kita harus lakukan terus edukasi,” ucap Yessie.

Menurut Yessie, XL kini terus memperluas jangkauan layanan data berkualitas, terbaru dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga dengan Desember 2018, jaringan data 3G dan 4G XL diklaim telah melayani seluruh kota/kabupaten di provinsi tersebut.

“Perluasan jaringan data di NTT ini juga sekaligus merupakan langkah bisnis strategis XL Axiata untuk terus memperluas jaringan terutama di luar Jawa. Kami melihat NTT merupakan wilayah yang cukup potensial secara ekonomi, yang dengan dorongan layanan data digital akan bisa mengembangkan diri, terutama dari sektor pariwisata,” pungkasnya.