Zilingo Berhasil Raup US$ 226 Juta Dalam Pendanaan Seri D

41

JAKARTA-Zilingo berhasil mengumpulkan US$ 226 juta dalam putaran pendanaan Seri D dari Sequoia Capital, Temasek, Burda Principal Investments, Sofina, investment fund dari Singapura – EDBI dan investor yang sudah ada, menjadikan total pendanaan yang berhasil dihimpun oleh Zilingo menjadi US$ 308 juta.

“Investasi Sequoia di Zilingo sudah ada bahkan sebelum perusahaan terinkorporasi dan nama perusahaan Zilingo difinalisasi. Ankiti beserta timnya mengubah ide orisinal mereka tentang Zilingo menjadi sebuah platform yang melayani para konsumen, penjual, retailer, brand, dan produsen di bidang fesyen secara menyeluruh yang mewakili pasar bernilai ratusan miliar dolar. Kami takjub akan kemampuan tim Zilingo untuk menciptakan visi dan mengeksekusi peta jalan (roadmap) yang ambisius dan kami turut bersemangat untuk mendukung perjalanan Zilingo ke depannya,” ujar Shailendra Singh, Managing Director Sequoia Capital (India) Singapura.

Zilingo mengawali langkahnya sebagai marketplace fesyen dan gaya hidup pada tahun 2015 oleh Ankiti Bose dan Dhruv Kapoor. Saat menangani ribuan penjual di platform tersebut, para pendiri Zilingo secara langsung melihat jerih payah dan kesulitan yang dihadapi oleh para penjual. Berbagai usaha yang dimiliki para penjual tersebut tidak dapat meningkatkan keuntungan mereka atau berkembang lebih jauh karena kurangnya akses ke teknologi dan modal – sementara merek internasional besar lainnya terus tumbuh secara agresif.

Penjual kecil tidak memiliki volume yang cukup untuk memasok bahan baku semurah pengusaha besar serta tidak memiliki pengaruh yang cukup untuk mendapatkan harga terbaik dari penyedia layanan atau gudang.

Hal ini mendorong Zilingo untuk memperluas bisnis intinya menjadi lebih dari sekedar marketplace. Perusahaan ini segera mengembangkan sistem milik sendiri bagi para penjual fesyen untuk dapat terhubung dengan produsen di seluruh Asia, mendapatkan tarif pengadaan (procurement) terbaik, mendapatkan layanan logistik yang dioptimalkan, layanan keuangan, asuransi, pinjaman serta analitik.

Pada tahun 2018, Zilingo melihat pertumbuhan pendapatan secara eksponensial setelah berinvestasi dalam pembangunan kapabilitas B2B dan kemampuan rantai pasokannya dan menghadirkannya lewat platform Zilingo AsiaMall dan Z-Seller. Saat sebagian besar perusahaan e-commerce lainnya tetap fokus pada transaksi B2C dan C2C, pendekatan yang dilakukan oleh Zilingo termasuk unik dan terpusat untuk menciptakan nilai tambah bagi para
penjual fesyen.

Salah satu pendiri dan CEO Zilingo, Ankiti Bose, yang kini menjadi bagian dari sebuah kelompok eksklusif para perempuan pendiri yang juga pemimpin perusahaan teknologi raksasa di Asia mengatakan, peran teknologi seharusnya untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif.

Dalam industri fesyen, ketidakefisienan rantai pasokan inti menghalangi para penjual skala kecil dan menengah untuk membuka potensi penuh mereka dibandingkan dengan brand besar.

“Kami menciptakan sebuah wadah dengan layanan dan produk terbaik di kelasnya untuk semua penjual – terlepas dari besarannya. Kami rasa pendekatan ini dapat mendukung pertumbuhan besar bagi para pemasok di Asia Tenggara. Kami sangat bersyukur atas dukungan berkelanjutan dari para investor kami maupun para investor baru yang memiliki visi dan ambisi yang sama untuk membangun perusahaan fesyen terdepan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dari US$ 3 triliun manufaktur fesyen global, 1,4 triliunnya berasal dari Asia. Jika pasokan ini dioptimalkan lebih lanjut, maka potensi bernilai miliaran dolar dapat diakses.

Zilingo telah berkembang secara pesat dengan mengintegrasikan platform B2B dan B2C serta berfokus untuk melayani para penjual dengan lebih baik. Perusahaan ini telah tumbuh 4 kali secara pendapatan dalam kurun waktu 12 bulan terakhir karena semakin banyak penjual yang bersedia membayar untuk menggunakan layanan yang dapat menambah nilai bagi bisnis mereka baik dalam jangka pendek dan panjang.

“Platform komprehensif milik Zilingo memungkinkan konsumen untuk memiliki akses yang lebih besar ke beragam penjual fesyen guna memupuk kemitraan lintas batas antara para penjual mikro dan produsen, serta memberi mereka layanan bernilai tambah seperti pembiayaan modal kerja. EDBI dengan bangga mendukung Zilingo untuk memberdayakan industri fesyen B2B melalui Singapura, dengan berbagai solusi e-commerce mereka untuk memenuhi tuntutan pasar konsumen digital yang berkembang pesat di Asia,” kata Chu Swee Yeok, Chief Executive Officer dan Presiden EDBI.

Zilingo berkomitmen untuk mempercepat pertumbuhan dengan bekerja sama secara erat dengan para mitra dagangnya untuk memanfaatkan teknologi milik Zilingo dan membuka potensi global yang sangat besar serta peluang bagi penjual dan konsumen di kategori fesyen dan kecantikan.

“Para penjual fesyen dan kecantikan saat ini kerap mencari akan fitur yang dapat membantu mereka mengembangkan usahanya. Namun, di saat yang sama, ekosistem dipengaruhi oleh teknologi yang sudah ketinggalan zaman. Jadi, sangat penting bagi kami untuk membangun produk yang memperkenalkan pembelajaran mesin (machine learning) dan ilmu data (data science) secara efektif kepada para UKM yang mudah untuk digunakan, diadopsi, dan diukur dengan cepat. Kami berusaha menghubungkan kembali seluruh rantai pasokan dengan produk kami sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi mereka,” kata Dhruv Kapoor, Co-founder dan CTO Zilingo.

Zilingo akan menggunakan dana yang ada untuk berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan dan mendigitalkan rantai pasokan fesyen dan kecantikan. Zilingo berencana untuk melakukan ekspansi di beberapa pasar utama seperti Filipina, Indonesia serta Australia pada tahun 2019.