135.110 Lembar Uang Palsu Dimusnahkan

Jumat 21 Feb 2014, 2 : 16 am
by

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) dan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim POLRI) menggelar pemusnahan temuan uang rupiah palsu. Jumlah mata uang rupiah palsu yang dimusnahkan sebanyak 135.110 lembar.

Pemusnahan ini digelar pada 20 Februari 2014 di  BI Jakarta disaksikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan dan Direktur Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim POLRI, Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, M.Si. Uang rupiah palsu ini dimusnahkan menggunakan Mesin Racik Uang Kertas yang dimiliki BI.

Pemusnahan temuan uang rupiah palsu ini dilaksanakan berdasarkan Surat Penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 01/Pen.Mus.Pid/2014/PN.Jkt.Sel tanggal 7 Januari 2014 perihal Penetapan Ketua Pengadilan Negeri tentang Pemberian Izin kepada Penyidik untuk Melakukan Pemusnahan Benda Sitaan.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang BI Lambok Antonius Siahaan menjelaskan, uang palsu yang dimusnahkan terbagi dalam berbagai pecahan yaitu Rp.100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000 dan Rp.5000.  “Rinciannya, Uang rupiah palsu pecahan Rp100.000,00 sebanyak 67.278 lembar , Uang rupiah palsu pecahan Rp50.000,00 sebanyak 56.764 lembar, Uang rupiah palsu pecahan Rp20.000,00 sebanyak 5.033 lembar, Uang rupiah palsu pecahan Rp10.000,00 sebanyak 3.553 lembar , Uang rupiah palsu pecahan Rp5.000,00 sebanyak 2.460 lembar , Uang rupiah palsu pecahan Rp2.000,00 sebanyak 19 lembar, dan Uang rupiah palsu pecahan Rp1.000,00 sebanyak 3 lembar,” jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Inilah Harga BBM Yang Berlaku Mulai Selasa

JAKARTA-Pemerintah secara resmi memutuskan menunda penarikan pungutan Dana Ketahanan Energi

Proyek Kereta Cepat, Bentuk Kolonialisasi China Atas Indonesia

Oleh: Salamuddin Daeng Proyek kereta cepat rute Jakarta-Bandung yang digarap