Alokasi Pupuk Subsidi Naik 100 Persen, Mukhtarudin: Itu Kebijakan Pro Petani

Thursday 4 Apr 2024, 2 : 48 pm

JAKARTA – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin mengapresiasi penambahan alokasi kuota pupuk subsidi untuk para petani di seluruh Indonesia.

Mengingat, subsidi pupuk sangat bermanfaat bagi para petani agar mampu membuat petani semakin bersemangat mewujudkan Indonesia swasembada.

“Penambahan subsidi pupuk naik 100 persen ini sangat luar biasa. Kebijakan ini tentu akan memberikan yang terbaik bagi para petani kita,” tandas Mukhtarudin saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM RI dan Dirjen PT.Pupuk Indonesia di Parlemen Senayan Jakarta, Kamis,  (4/4/2024).

Lebih jauh Politisi Golkar Dapil Kalimantan Tengah ini menjelaskan bahwa penambahan alokasi yang dilakukan guna mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi yang tahun ini ditargetkan akan diberikan kepada 14,3 juta petani tersebut didukung penuh Komisi VII DPR RI.

“Jika kebijakan-kebijakan yang selalu memberikan manfaat bagi rakyat, tentu Komisi VII DPR RI dalam hal tetap mendukung penuh,” imbuh Mukhtarudin.

“Pak Dirut, kami berharap kedepannya, di samping produksinya, distribusi juga agar semakin baik. Artinya intens kerjasama dengan seluruh stakeholder untuk tingkatkan koordinasinya,” pungkas Mukhtarudin.

Diketahui, penambahan subsidi pupuk ini merupakan tindak lanjut dari hasil berbagai pertemuan dan rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan juga para menteri, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Pada rapat terbatas tersebut, anggaran pupuk periode 2024 dinaikkan menjadi 2 kali lipat menjadi 9,55 juta ton dari 4,7 juta ton. Hal ini bertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-297/MK.02.2024.

Adapun volume pupuk subsidi pada 2024 meliputi pupuk kimia dan juga organik untuk sembilan jenis komoditas, seperti padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi, dan kakao.

Program HGBT Dilanjutkan

Selain itu, dalam RDP tersebut juga, Mukhtarudin berharap agar Kementerian ESDM RI untuk perluasan program harga gas bumi tertentu (HGBT) dilanjutkan.

“HGBT jika tidak dilanjutkan maka akan berpengaruh juga terhadap industri di mana saat ini situasi global belum stabil,” beber Mukhtarudin.

Menurut Mukhtarudin, HGBT penting sebagai daya dorong untuk sektor industri tanah air untuk menarik investasi.

Anggota Banggar DPR RI ini mengatakan program HGBT merupakan program pemerintah untuk memberikan harga gas murah di bawah 6 dolar AS per MMBTU bagi tujuh kelompok industri.

“Harga gas ini vital bagi proses industri. Jadi, harus dapat fasilitas yang sama 6 dollar guna untuk memperkuat bagi daya saing industri dalam negeri kita. Karena kita tahu pasokan gas naik tiap tahun. Tidak seperti lifting minyak yang selalu turun. Artinya potensi gas kita itu sangat besar. Tidak ada kendala sebenarnya bagi kita untuk memberikan harga gas tertentu untuk industri pupuk ya,” pungkas Mukhtarudin.***

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

OJK Tanda Tangani Kerja Sama dengan Japan FSA

TOKYO-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menandatangani naskah kerja sama dengan Japan

OJK Tetapkan Saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk Sebagai Efek Syariah

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan menetapkan saham PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo