BEI Catat Nilai Transaksi Harian Turun 13,11% Jadi Rp7,84 Triliun

ILustrasi

JAKARTA-Rata-rata nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan di pekan pekan ini atau periode 26-27 Oktober 2020, mengalami penurunan menjadi Rp7,84 triliun atau menurun 13,11 persen dibanding pekan sebelumnya senilai Rp9,02 triliun per hari.

Menurut Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono, pada perdagangan di pekan yang pendek ini laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat sebesar 0,31 persen ke level 5.128 dari 5.112 pada penutupan transaksi di akhir pekan lalu.

“Rata-rata nilai transaksi harian mengalami perubahan sebesar 13,11 persen menjadi sebesar Rp7,84 triliun dari Rp9,02 triliun pada penutupan di pekan sebelumnya,” kata Aji di Jakarta, Rabu (28/10).

Baca :  Harga Saham Melorot, BEI Suspensi Saham ARKA

Sebelumnya (27/10), Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi mengaku optimistis bahwa rata-rata nilai transaksi harian hingga akhir tahun ini bisa sesuai dengan target yang telah direvisi ke posisi Rp7,75 triliun dari sebelumnya senilai Rp7,25 triliun.

Sedangkan target hingga akhir 2021 berada pada level Rp8,5 triliun per hari.

Lebih lanjut Aji mengatakan, senada dengan tren penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar di pekan ini juga tercatat menguat 0,25 persen menjadi Rp5.958,19 triliun dibandingkan dengan pekan sebelumnya sebesar Rp5.943,03 triliun.

“Peningkatan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yang sebesar 2,01 persen menjadi 12,406 miliar saham dibandingkan dengan pekan lalu sebesar 12,16 miliar saham,” ujar Aji.

Baca :  Jokowi: Bersihkan Bursa Dari Praktek Goreng Menggoreng Saham

Namun demikian, kata dia, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 0,55 persen menjadi 702,76 ribu kali transaksi, dibandingkan dengan pekan sebelumnya yang sebanyak 706,68 ribu kali transaksi.

“Investor asing pada perdagangan kemarin (27/10) mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp108,24 miliar, sedangkan untuk sepanjang 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp47,299 triliun,” kata Aji.