BI Bantah Praktik Kartel Bunga Bank

Jumat 22 Mar 2013, 6 : 08 pm
by

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) membantah dugaan terjadinya praktek kartel dalam penentuan suku bunga perbankan. Pasalnya, tinggi rendahnya suku bunga yang ditetapkan oleh bank sangat bergantung pada mekanisme pasar.  Bantahan itu disampaikan Direktur Grup Hubungan Masyarakat Bank Indonesia (BI), Difi A Johansyah di Jakarta, Jumat (22/3).  

Sebelumnya, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan menyelidiki dugaan kartel atas tingginya suku bunga perbankan yang dinilai merugikan nasabah. KPPU akan menyelidiki apakah benar tingginya suku bunga perbankan itu karena tingginya ‘overhead cost’ atau karena kartel.  Kartel adalah perilaku persaingan tidak sehat yang dilarang UU No.5/1999 karena merugikan masyarakat dan menggangu perekonomian.

Menurut Diffi,  suku bunga yang diberlakukan masing-masing bank saling merujuk pada besaran yang ditetapkan oleh bank yang menjadi kompetitornya. Karena itu, dugaan kartel suku bunga bank sangat tidak beralasan. “Jadi, ada proses yang menuju referensi suku bunga perbankan. Apa itu disebut kartel? Saya rasa tidak. Karena, mekanisme pasarnya seperti itu,” kata dia.

Namun demikian, lanjut dia, tidak ada salahnya bagi KPPU untuk mendalami kajiannya terkait dugaan praktik kartel suku bunga oleh sejumlah bank papan atas. “Kalau KPPU mau menyelidiki, ya silahkan saja,” ujar Difi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Perangi Konten Judi Online, Kominfo Ancam Cabut Izin ISP

JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melibatkan penyelenggara layanan
Neraca perdagangan Indonesia pada Januari-Agustus 2021 secara keseluruhan mencatat surplus 19,17 miliar dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebesar 10,96 miliar dolar AS

Neraca Perdagangan Surplus USD2,19 Miliar

JAKARTA-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia April