BPS: Inflasi Year on Year Maret 2024 Tercatat 3,05%

Monday 1 Apr 2024, 2 : 42 pm
by
BPS
Ilustrasi

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada Maret 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,05% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,13.

Menurut BPS, inflasi provinsi y-on-y tertinggi terjadi di Provinsi Papua Barat sebesar 4,78% dengan IHK sebesar 106,61 dan terendah terjadi di Provinsi Papua Barat Daya sebesar 1,42% dengan IHK sebesar 103,82.

Sedangkan inflasi kabupaten/kota y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan sebesar 6,29% dengan IHK sebesar 107,82 dan terendah terjadi di Kabupaten Belitung Timur sebesar 0,88% dengan IHK sebesar 103,81.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga. Ini ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 7,43%; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,89%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,55%.

Selain itu, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,03%; kelompok kesehatan sebesar 2,17%; kelompok transportasi sebesar 0,99%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,62%; kelompok pendidikan sebesar 1,70%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,51%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,56%.

“Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13%,” tulis BPS dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (01/4/2024).

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Maret 2024 sebesar 0,52% dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Maret 2024 sebesar 0,93%.

Adapun tingkat inflasi y-on-y komponen inti Maret 2024 sebesar 1,77%, inflasi m-to-m sebesar 0,23%, dan inflasi y-to-d sebesar 0,57%.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Ciptakan Dua Umpan, Xavi Hernandez Puji Ousmane Dembele

BARCELONA-Pelatih Xavi Hernandez memuji Ousmane Dembele yang memberi dua umpan

Perlu RUU Ekonomi Kreatif Untuk Hadapi MEA

JAKARTA–Pasar tunggal Asean yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean