BUKK Bidik Laba Bersih di 2020 Naik 59% Jadi Rp781,92 Miliar

Ilustrasi

BOGOR-PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menargetkan pertumbuhan laba bersih tahun ini sebesar 58,94 persen menjadi Rp781,92 miliar dari Rp491,96 miliar pada tahun sebelumnya.

Perolehan laba bersih di 2019 ditopang oleh jumlah pendapatan usaha yang mencapai Rp6,04 triliun.

Proyeksi laba bersih BUKK tersebut disampaikan manajemen perseroan melalui materi Public Expose yang rencananya akan disampaikan saat acara Paparan Publik Tahunan Bukaka di Cileungsi, Bogor (21/7) siang ini.

BUKK memperkirakan, pendapatan usaha perseroan di sepanjang tahun ini akan mencapai Rp7,66 triliun atau meningkat dibandingkan jumlah pendapatan di 2019 yang sebesar Rp6,04 triliun.

Sedangkan, beban pokok pendapatan di 2020 ditargetkan senilai Rp6,45 triliun atau lebih tinggi dibanding 2019 yang senilai Rp5,23 miliar.

Baca :  Pemegang Saham BUKK Setujui Rencana Penjaminan Aset untuk Cari Pinjaman

Dengan demikian, laba kotor BUKK untuk Tahun Buku 2020 diproyeksikan menjadi Rp1,21 triliun atau mengalami peningkatan dibanding laba kotor di 2019 yang sebesar Rp808,24 miliar.

Adapun laba per saham dasar BUKK hingga akhir tahun ini diprediksi mencapai Rp296,13 atau meningkat dibanding per akhir 2019 yang senilai Rp179,56 per saham.

Per 31 Desember 2020, jumlah liabilitas BUKK diperkirakan tetap sama dibanding per akhir 2019, yaitu sebesar Rp2,3 triliun.

Sedangkan, jumlah ekuitas perseroan per akhir 2020 akan mencapai Rp3,22 triliun atau lebih besar dibandingkan dengan posisi per akhir 2019 yang sebesar Rp2,44 triliun.

Maka, per 31 Desember 2020 total aset BUKK diperkirakan mencapai Rp5,52 triliun atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 yang sebesar Rp4,74 triliun.

Baca :  Pemegang Saham BUKK Setujui Rencana Penjaminan Aset untuk Cari Pinjaman

“Bukaka telah menyusun strategi yang fokus dan terarah pada bidang ketenagalistrikan dan sektor-sektor terkait lainnya dalam rangka memfasilitasi ekspansi bisnis di bidang usaha Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTM). Pada 2019, Bukaka telah melakukan investasi sebesar 25 ke PT Petro Hydro Optima, PT Malea Energy yang merupakan perusahaan pemilik PLTA dan PLTM”.

Manajemen BUKK menyebutkan, dengan kembalinya perseroan ke lantai bursa (relisting) pada pertengahan 2015, maka Bukaka memiliki dukungan yang cukup untuk mengoptimalkan peluang bisnis di masa depan, baik di bidang infrastruktur jalan, ketenagalistrikan maupun sektor-sektor terkait lain.

“Dalam rangka mempertahankan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, Bukaka telah mempersiapkan langkah strategis, termasuk melakukan Penawaran Umum Terbatas I (rights issue). Dengan struktur permodalan dan finansial yang lebih kuat serta organisasi yang lebih matang, maka diyakini akan mendapat dukungan yang baik dari publik dan stakeholders,” demikian disebutkan dalam materi Public Expose BUKK.

Baca :  Pemegang Saham BUKK Setujui Rencana Penjaminan Aset untuk Cari Pinjaman