Di Tahun Politik, United Tractors Andalkan Bisnis Kontraktor Penambangan, Tambang Batubara dan Emas

Thursday 30 Nov 2023, 10 : 50 am
PT United Tractors Tbk

JAKARTA-PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan pertumbuhan operasional di lini bisnis kontraktor penambangan, tambang batu bara dan emas.

Sementara target penjualan alat berat diperkirakan terpangkastahun depan.

Iwan Hadiantoro, Direktur UNTR mengatakan, di sektor kontraktor tambang, anak usaha UNTR PT Pamapersada Nusantara (PAMA) diharap dapat memproduksi 130 juta ton sampai dengan Desember 2023.

“Untuk tahun 2023, produksinya ditargetkan meningkat 5-10% menjadi 130 juta ton,” ujar Iwan dalam Public Expose LIVE 2023, Selasa (23/11/2023).

Iwan mengemukakan, terlepas dari harga batu bara turun, volume produksi meningkat.

Ini dibarengi dengan pembelian alat berat baru oleh PAMA sehingga produksinya meningkat.

Untuk sektor tambang batu bara di bawah PT Tuah Turangga Agung, produksi tahun ini diperkirakan mencapai 11,2 juta ton, dengan sumbangan 2,5 juta ton dari coking coal dan sisanya thermal coal.

Pada 2024, target produksinya 12 juta ton, dimana 3 juta dari coking coal, dan sisanya dari thermal coal.

Adapun di bisnis emas, tambang Martabe di Sumatera Utara tahun ini ditargetkan menghasilkan penjualan 175 ribu ons.

Sementara di tahun 2024, penjualan ditargetkan 235 ribu ons.

UNTR memprediksi penjualan di lini bisnis utamanya, alat berat Komatsu akan mengalami kontraksi tahun depan.

Hal ini disebabkan oleh faktor penurunan sektor komoditas dan pasar yang terkena dampak Pemilu 2024.

UNTR membidik penjualan 4.000 unit Komatsu pada 2024.

Target tersebut turun jika dibandingkan proyeksi penjualan tahun ini sekitar 4.400-4.500 unit Komatsu. (ANES)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

RUU LLAJ Harus Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nurhayati Monoarfa menekankan Rancangan

KPK Tolak COVID-19 Jadi Dalih Pembebasan Napi Korupsi

JAKARTA-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menegaskan lembaganya