DPR Ragukan KAI Mau Reaktifasi Rel KA Madura

JAKARTA–Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) menghidupkan kembali jalur-jalur rel KA yang mati diragukan kalangan DPR. Karena proyek reaktifasi rel KA bukanlah pekerjaan yang sederhana, apalagi terlalu banyak tantangannya.

“Salah satu tantangan itu, pasti melihat apakah jalur KA itu prospek atau tidak, ditambah lagi persoalan lainnya,” kata Anggota Komisi VI DPR Achmad Baedhowi dalam rapat kerja dengan BUMN Transportasi, Perum PPD, PT DAMRI, PT KAI, PT Pelni, PT ASDP dan PT Pelindo I, II, III dan IV di Jakarta, Selasa (10/2/2020).

Lebih jauh anggota Fraksi PPP ini menceritakan bagaimana kondisi rel KA yang ada di Daerah Pemilihannya (Dapil Jatim 11), yakni Madura. Kabarnya rel KA di Madura ini termasuk yang akan disasar untuk reaktifasi kembali berdasarkan Perpres 80/2019. “Kalau melihat reaktifasi rel KA di Madura ya sebenarnya itu merupakan proyek rugi, tapi saya tidak tahu bagaimana perhitungan PT KAI, seperti apa kajiannya,” ungkapnya.

Baca :  Jokowi: Holdingisasi Agar BUMN Berkelas Dunia

Belum lagi bicara jalur eksisting lama yang dimatikan atau pindah jalur, lanjut Awi-sapaan akrabnya, karena kalau tetap menggunakan jalur KA yang lama tentu tidak memungkinkan. Alasannya karena lahan-lahan PT KAI sudah lama berdiri bangunan- bangunan permanen dan semi permanen. “Saya tidak tahu bagaimana pengelolaan aset itu oleh PT KAI, padahal saya dengar aset-aset PT KAI ada dimana mana,” tuturnya.

Awi menyindir PT KAI yang tak serius mengelola aset. Jangankan membuka jalur baru, langkah menyelesaikan aset PT KAI saja tidak selesai-selesai. Padahal saat Pemda membutuhkan lahan milik PT KAI selalu terbentur oleh aturan.
“Bupati mengeluh karena saat mau melebarkan jalan, tidak bisa dilakukan karena ada lahan milik PT KAI, dengan jalan penukaran aset tidak bisa dilakukan,” imbuhnya.

Baca :  Jonan: 100% Rumah Terlistriki pada Akhir 2020