Ekspor Perlihatkan Sinyal Positif

Wednesday 3 Jul 2013, 9 : 28 pm
by

JAKARTA-Kinerja ekspor bulan Mei 2013 mulai memperlihatkan sinyal positif yang diindikasikan dengan adanya peningkatan ekspor yang mencapai 8,9% (MoM), atau sebesar USD 16,1 miliar. “Peningkatan ini terdiri dari ekspor migas sebesar USD2,9miliar (naik 17% MoM) dan ekspor nonmigas USD 13,2 miliar (naik 7,3% MoM),” ungkap Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, pada konferensi pers di kantor Kementerian Perdagangan (Rabu, 3/7).

Pada bulan  Mei 2013, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar USD 590,4 juta. Kondisi ini disebabkan oleh terjadinya defisit perdagangan migas sebesar USD 568,6 juta(defisit bulan sebelumnya Mencapai USD 1,2 miliar) dan nonmigas sebesar USD 21,8 juta ( defisit bulan sebelumnya mencapai USD 525,2 juta). “Defisit necara perdagangan baik nonmigas maupun migas di bulan Mei mengalami penurunan yang cukup signifikan dibanding bulan sebelumnya,” jelas Wamendag.

Secara akumulatif, defisit neraca perdagangan Indonesia pada periode Januari-Mei 2013 mencapai USD 2,5 miliar yang terdiri dari surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD 2,6 miliar dan defisit neraca migas sebesar USD 5,1 miliar. Negara-negara mitra dagang yang memberikan kontribusi terbesar terhadap surplus perdagangan nonmigas Indonesia adalah India, Amerika Serikat, Belanda, Filipina, Malaysia, Turki, Spanyol, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Pakistan. Sepuluh negara tersebut menyumbang surplus sebesar USD 12 miliar terhadap neraca perdagangan Indonesia. Sementara itu, sepuluh negara penyumbang defisit non migas terbesar mencapai USD 12,3 miliar. Negara-negara tersebut adalah China, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Rusia, Australia, Kanada, Argentina, dan Swedia.

Tekanan neraca perdagangan selama Januari-Mei 2013 juga terjadi di negara-negara lain seperti Brasil (defisit sebesar USD 5,4 miliar), Thailand (defisit USD 15,2 milliar), HongKong (defisit USD 30,2 miliar) dan Jepang (defisit USD 49,5 miliar). Sedangkan China dan Korea Selatan masih mengalami surplus pada periode tersebut.

Kinerja Ekspor Ekspor bulan Mei 2013 turun sebesar 4,5% (YoY). Secara kumulatif ekspor Januari-Mei 2013 mencapai USD 76,2 miliar atau mengalami penurunan sebesar 6,5% (YoY). “Penurunan nilai ekspor yang terjadi pada periode Januari-Mei 2013 dipicu oleh belum membaiknya harga beberapa komoditas ekspor nonmigas Indonesia di pasar internasional,” jelas Wamendag.

Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan total volume ekspor nonmigas sebesar 15,7%,sementara nilainya turun 2,3% selama periode tersebut. Beberapa produk Indonesia yang mengalami fenomena serupa antara lain bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, mesin-mesin/pesawat mekanik dan berbagai produk kimia.

Negara tujuan ekspor nonmigas yang memiliki pencapaian nilai ekspor terbesar selama Januari-Mei 2013 secara berurutan adalah China dengan nilai sebesar USD 8,6miliar, Jepang (USD 6,8 miliar), Singapura (USD 6,3 miliar), Amerika Serikat (USD 5,7miliar), India (USD 4,6 miliar), Malaysia (USD 3,2 miliar), Korea Selatan (USD 2,6 miliar), Thailand (USD 2,3 miliar), Taiwan (USD 1,6 miliar), serta Belanda (USD 1,6 miliar). Sepuluh pasar ekspor utama tersebut berkontribusi sebesar 69% dari total ekspor nonmigas. Nilai ekspor ke beberapa negara yang nilainya mengalami kenaikan yang signifikan adalah Amerika Serikat dengan kenaikan mencapai USD 540,5juta. Disusul urutan berikutnya yaitu India, Singapura, Belanda, VietNam, Thailand, Turki, Mesir, Rusia, dan Italia yang mengalami kenaikan sebesar USD 17,4 juta sampai dengan USD 444,5 juta.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Jamkrindo Ajak Kejati Kejar Kredit Macet 

MEDAN-Perusahaan Umum Penjaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) menggandeng  Kejaksaan Tinggi

BPS : November, Ekspor Indonesia Turun 7,91%

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor Indonesia pada November