Faktor Eksternal Menekan Rupiah

Monday 25 Feb 2013, 1 : 38 pm
by

JAKARTA-Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (26/2) diperkirakan melemah karena faktor eksternal, terutama menguatnya mata uang dollar Amerika Serikat (AS) secara global. “Rupiah diperdagangangkan dalam kisaran 9.690 – 9.725  per dollar AS,” ujar analis valas PT Harvest Futures International, Tonny Mariano di Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut dia, adanya berita bahwa pemerintah Jepang mencalonkan presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Haruhiko Kuroda sebagai calon gubernur bank sentral Jepang (BOJ) mendatang, mendorong dollar AS menguat terhadap yen ke level harga yang tidak terlihat sejak Mei 2010 di 94.77 yen. “Ditambah lagi, pemerintah Jepang juga berencana mulai mengurangi pembelian surat utang Amerika sehingga likuiditas dolar semakin terbatas,” kata dia.

Demikian pula, diturunkannya peringkat kredit Inggris menjadi Aa1 dari Aaa oleh lembaga pemeringkat Moody, menekan mata uang sterling hingga menyentuh level terendah di posisi 1,5073 per dollar AS.  “Jadi, pergerakan rupiah pekan ini masih akan dibayangi oleh sentimen negatif dari pasar global,” urai dia.

Hal ini membuat investor pesimistis dengan jalannya pemulihan ekonomi global sehingga mereka meninggalkan aset-aset yang dianggap berisiko dan kembali memburu dollar AS.

Selain itu jelas dia, pelaku pasar masih mencermati situasi terakhir dari negosiasi pemotongan anggaranAS sebesar 1,2 triliun dollar AS. Akibatnya,  AS terancam kembali masuk ke jurang resesi.

Hingga saat ini kata dia, rupiah belum mendapat keuntungan dari larangan BI terhadap bank-bank komersial untuk melakukan transaksi NDF di luar negeri. Demikian pula, terus menguatnya indeks harga saham gabungan Jakarta (IHSG), tidak terlalu menguntungkan rupiah. “Kelihatannya, masih tingginya permintaan dollar  AS dari para importir dan permintaan dollar  AS akhir bulan, secara tidak langsung menekan nilai tukar rupiah,” jelas dia.

Namun tingginya permintaan dollar  AS tidak diimbangi oleh ketersediaan dollar yang memadai karena pelaku pasar masih enggan melepas dolarnya. “Dan ini menekan rupiah. Akan tetapi, intervensi BI meredakan tekanan terhadap rupiah,” pungkas dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

BI: Outflow Selama Ramadhan Diproyeksikan Rp119,1-Rp125,2 Triliun

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengantisipasi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul

Wapres: Layanan Kependudukan Perlu Banyak Perbaikan

JAKARTA – Wakil Presiden Boediono melakukan inspeksi mendadak ke beberapa instansi