FINN Rencanakan Rights Issue Maksimal 2,3 Miliar Saham

PT First Indo American Leasing Tbk

JAKARTA-PT First Indo American Leasing Tbk (FINN) berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) melalui Penambahan Modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PM-HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 2,3 miliar saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi FINN yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Minggu (19/7) malam, rights issue maksimal 2,3 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar tersebut setara 51,24 persen dari seluruh modal disetor perseroan.

Saham baru dalam rencana PUT akan dikeluarkan dari portepel FINN dan dicatatkan di BEI itu memiliki hak yang sama dengan saham-saham perseroan lainnya yang telah dikeluarkan oleh FINN sebelum pelaksanaan rencana rights issue, termasuk hak atas dividen.

Untuk menghindari keraguan, FINN berhak mengeluarkan sebagian dari atau seluruh jumlah maksimum saham yang disetujui melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Baca :  Pemegang Saham Setuju BMTR Batalkan EMSOP dan Private Placement 10%

Perseroan akan melaksanakan rights issue pada waktu yang dianggap baik dan tidak lebih dari setahun setelah mendapatkan persetujuan melalui RUPS.

Manajemen FINN memperkirakan, pelaksanaan rights issue ini akan bahwa berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perseroan, antara lain memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kemampuan kas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.

Setelah pelaksanaan PUT, dengan asumsi seluruh pemegang saham melaksanakan haknya maka performa susunan dan kepemilikan saham FINN tidak mengalami perubahan dari kepemilikan saat ini, yaitu PT Inti Sukses Danamas sebesar 44,13 persen dan masyarakat sebesar 55,87 persen.

“Dana hasil pelaksanaan rencana PUT, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya akan digunakan oleh perseroan untuk modal kerja,” demikian disebutkan manajemen FINN

Baca :  OJK Setujui Kookmin Jadi Pemegang Saham Pengendali BBKP