Harga Barang di Boven Digoel Turun 40% Berkat Penerbangan Perintis

Bandar Udara Kelas III Tanah Merah

JAKARTA-Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka penerbangan perintis di Kabupaten Boven Digoel, Papua yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Angkutan udara perintis dan angkutan kargo perintis, menghubungkan beberapa daerah dengan beberapa distrik-distrik di kawasan (3T) Tertinggal, Terdepan dan Terluar di Indonesia.

Salah satu dampak positif dengan adanya angkutan kargo perintis sangat dirasakan masyarakat di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Melalui Bandar Udara Tanah Merah, barang kebutuhan dapat disalurkan ke sejumlah distrik.

“Kegiatan angkutan udara perintis dan kargo perintis ini sejalan dengan program Presiden RI Joko Widodo yaitu untuk menurunkan disparitas harga-harga bahan pokok dan barang penting yang dibutuhkan di seluruh pelosok Indonesia,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti di Jakarta, Rabu (27/11).

Baca :  Kemenkeu Berikan Hak-Hak Pegawai Kemenkeu Korban Lion Air JT610

Lebih lanjut Polana menjelaskan, program penerbangan perintis kargo adalah sebagai perwujudan dari kehadiran Negara untuk menjawab persoalan di daerah yang sulit dijangkau oleh moda transportasi darat.

“Untuk itu mari kita saling berkoordinasi demi satu tujuan yang mulia ini sesuai kewenangan tugas masing-masing, sehingga kegiatan angkutan udara perintis kargo ini dapat tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh saudara-saudara kita di Papua,” ujarnya.

Bandar Udara Tanah Merah saat ini memengang perangan penting di wilayah kawasan Boven Digoel, karena menjadi penghubung penerbangan kargo perintis di kabupaten lain seperti Pegunungan Bintang, Kabupaten Mappi dan juga 15 distrik lainnya di Kabupaten Boven Digoel.

Subsidi Angkutan Udara perintis dan Kargo perintis saat ini ini melayani rute dari Bandar Udara Tanah Merah ke beberapa distrik seperti Bomakia, Oksibil, Kiwirok, Koroway Batu, Maggelum, Wanggemalo, dan Yaniruma.

Baca :  "Ruwah Gumregah" Kampung Wisata Budaya Langenastran

Bekerja sama dengan beberapa maskapai, penerbangan angkutan udara perintis dan kargo perintis dimana penumpang umumnya dilayani dengan pesawat jenis Caravan dan Pilatus, disesuaikan dengan medan pegunungan Papua yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat-pesawat kecil.