IHSG Jatuh 0,97% di Bawah Level 7.200

Rabu 3 Apr 2024, 5 : 29 pm
by
ILUSTRASI

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 70,140 poin atau tergerus 0,97% menjadi 7.166,844 pada Rabu (03/4/2024), dari penutupan Selasa (02/4/2024) di posisi 7.236,984.

Penurunan IHSG ini dipicu oleh jatuhnya harga saham 397 dari 785 emiten yang sahamnya ditransaksikan, Rabu (03/3/2024).

IHSG hari ini sempat melorot ke posisi terendah harian di 7.158,740.

Emiten yang harga sahamnya ditutup turun, antara lain, GGRM turun 0,13% jadi Rp19.550, ASII tertekan 0,47% jadi Rp5.250, HMSP turun 1,18% jadi Rp840, SMGR tertekan 1,305 jadi Rp5.700, UNTR turun 1,82% jadi Rp2.690, TLKM turun 2,01% jadi Rp3.420, dan BBCA turun 3,79% ke harga Rp9.525 per saham.

Baca juga :  Mei 2020, Penghimpunan Dana Dari Pasar Modal Tembus Rp 32,6 Triliun

Sedangkan saham KLBF mengalami kenaikan harga 1,69% jadi Rp1.500 per unit.

UNTR naik 1,141% jadi Rp25.250, TPIA naik 4,63% ke Rp6.775, MEDC naik 4,01% jadi Rp1.555, MDKA naik 1,70% ke harga Rp2.390 per saham.

Menurut data RTI, total volume saham yang berpindahtangan pada Rabu (03/4/2024) ini mencapai 17,954 miliar saham senilai Rp13,367 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.024.899 kali.

Sementara itu, indeks bursa Asia pada Rabu (03/4/2024) ini ditutup melemah. Indeks Strais Times (Singapura) dan indeks Nikkei 225 (Jepang) merosot masing-masing 0,77% dan 0,97%.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Jokowi: Program Mekaar Untuk Naikkan Kesejahteraan Ibu-Ibu

BEKASI-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera

Diduga Donatur Teroris, Fadli Zon dan Fahri Hamzah Harus Ditangkap

Oleh: Petrus Selestinus Densus 88 tidak boleh tarik gigi mundur