Industri Asuransi Syariah Optimis Bertumbuh 30% di 2016

JAKARTA-Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Adi Permana mengaku optimis pertumbuhan asuransi syariah akan positis seiring membaiknya kinerja perekonomian nasional.

Dia menargetkan pertumbuhan asuransi syariah pada 2016 mencapai 30%, meningkat disbanding 2015 ini yang tumbuh dikisaran 13%.

Menurutnya, bisnis asuransi syariah, mengalami pertumbuhan yang bagus, kendati market share secara nasional relatif kecil di bawah 6 persen. Tapi ke depan pihaknya tetap optimis. “Kalau dari sisi growth, baik dari sisi pendapatan kontribusi premi, aset dan investasi, kami perkirakan bertumbuh 30 persen di 2016. Sementara markat share-nya bisa mencapai 7 persen,” tandas dia.

Optimisme ini dikuatkan dengan adanya ajakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyarankan agar industri asuransi mendekat kalangan pondok pesantren untuk menjadi agen asuransi. Apalagi mengingat target 10 juta agen asuransi masih jauh dari kata tercapai, potensi Ponpes bisa disebut besar. Makanya, jika ada keterlibatan pihak Ponpes ini, Adi menargetkan dalam waktu tiga tahun ke depan bisa mencapai market share 10 persen. Dengan pertumbuhan tahun ini mencapai 13 persen. “Jadi kalau yang mendekati itu agen asuransinya dari pihak Ponpes masyarakat pasti akan mudah percaya. Kalau sama kami, bisa jadi mereka mempertanyakan bagaimana dengan kadar syariahnya. Itu sangat membantu,” tegas dia.

Baca :  Commonwealth Life Raih Penghargaan Digital Brand of The Year 2015

Karena memang masalah terbesar soal asuransi ini terkait edukasi masyarakat, maka jika yang menyampaikan orang yang susah dipercaya itu, masyarakat akan sedikit antipati. “Dalam konteks ini produk asuransi yang tepat ya asuransi mikro. Karena yang mikro ini sangat cocok dengan asuransi syariah. Sehingga dengan asuransi mikro ini kami tidak mencari untung yang besar,” tandasnya.

Menurutnya, berdasar perkiraan dan perkembangan laju perekonomian nasional san global di 2016, pihaknya yakin industri asuranai syariah tetap akan bertumbuh walaupun diperkirakan tidak sebesar pertumbuhan dari awal pertumbuhan sampai tahun 2013.

“Makanya untuk menggenjot pertumbuhan dan market share, kami yerus konaiaten pengembangan saluran distribusi syariah baru melalui kementerian,” kata dia. Kementerian yang ia maksud adalah, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta program pengembangam agen melalui institusi syariah seperti Ponpes. (TMY)

Baca :  PP Nomor 14/2018 Diharapkan Memajukan Industri Asuransi Indonesia