Investor Setuju ITIC Jaminkan Aset untuk Cari Pinjaman Dari Bank Woori

PT Indonesian Tobacco Tbk

JAKARTA-Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) menyetujui rencana perseroan yang akan menjaminkan sebagian besar atau seluruh aset untuk mendapatkan pinjaman dari PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA).

Berdasarkan siaran pers Indonesian Tobacco, RUPST ITIC pada hari ini telah menerima dan menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019.

“RUPST menyetujui penjaminan sebagian besar atau seluruh aset perseroan, dalam rangka perolehan pinjaman dari Bank Woori Saudara,” demikian disebutkan dalam hasil RUPST ITIC yang dirilis di Jakarta, Jumat (24/7).

Selain itu, rapat hari ini juga menyetujui untuk menerima pengunduran diri Petrus Iwan Gunawan dari jabatannya selaku direktur yang berlaku efektif sejak tanggal penutupan RUPST hari ini.

Baca :  Semester I-2020, MTDL Bukukan Laba Bersih Rp 156 Miliar

Sehingga, saat ini susunan organisasi ITIC adalah sebagai berikut:

Direksi

Direktur Utama: Djonny Saksono

Direktur: Andre Martinus

Dewan Komisaris:

Komisaris Utama: Shirley Suwantinna

Komisaris Independen: Samsul Hidayat

Pada penyelenggaraan RUPST hari ini, ITIC menyampaikan bahwa perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan penjualan di Kuartal I-2020 sebesar 17,5 persen (year-on-year).

Laba operasi ITIC di Kuartal I-2020 bertumbuh 21,11 persen (y-o-y) yang terefleksikan ke dalam marjin operasi sebesar 16,8 persen.

“Kami akan terus mengembangkan dan mengimplementasikan inisiatif strategis untuk menopang pertumbuhan bisnis di masa mendatang. Selanjutnya, kami akan terus memperkuat jaringan distribusi bisnis untuk memaksimalkan potensi pertumbuhan. Memberikan tingkat imbal balik dan meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan akan menjadi komitmen utama kami,” papar Direktur Utama ITIC, Djonny Saksono.

Baca :  Investor Jepang Investasi 20 Miliar Dollar di Blok Masela

Dia menyebutkan, pertumbuhan yang merata pada aspek profitabilitas perusahaan mencerminkan bahwa perseroan memiliki profil pendapatan yang kuat dan diiringi dengan implementasi inisiatif pengendalian biaya yang efektif.

ITIC juga telah memiliki rekam jejak yang cukup kuat di pasar domestik, terutama di Kawasan Timur Indonesia Timur (KTI), khususnya Provinsi Papua Barat dan sampai saat ini tetap mempertahankan kehadirannya di pasar internasional dengan melakukan ekspor ke Singapura, Malaysia dan Jepang.