Kejar Stunting Rendah, Sidoarjo Gandeng Pakar Sanitasi

Friday 29 Mar 2024, 12 : 49 pm
Pakar Sanitasi Dr Koen Irianto Uripan

SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus berupaya menekan angka stunting.

Target percepatan penururan angka stunting ini merupakan program yang berjalan berkelanjutan setiap tahunnya.

Sejauh ini, persoalan stunting masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Kabupaten Sidoarjo.

Di tahun lalu, Anka stunting di Sidoarjo  masih menyisakan angka 16,10%.

Dan, pada tahun 2024 ini,  Pemkab Sidoarjo mentargetkan angka ini turun menjadi di bawah 14%.

Salah satu indikator kasus stunting di Sidoarjo tak juga turun level, adalah persoalan sanitasi yang masih belum bisa dikatakan bebas dari kondisi buruk.

Banyaknya masyarakat yang hidup berdampingan dengan sungai, masih melakukan pola hidup tak sehat dengan Buang Air Besar Sembarangan (BAB).

Agar Sidoarjo bisa menjawab tantangan stunting di bawah angka 14% hingga 2024 usai, pada akhir 2023 Pemkab menggandeng Pakar Sanitasi Dr Koen Irianto Uripan yang pada 2021 menuntaskan Disertasinya yakni miniatur jamban sehat dan biofermentol sebagai bakteri penghancur kotoran manusia tanpa bau.

Ditanya apakah program sanitasi bersih dengan realisasi jamban, dapat mencegah stunting?

Kun menjawab harus simultan dengan program sosialisasi perilaku sehat cegah BABS

“Selain program jamban, yang paling penting adalah memberikan sosialisasi, perubahan perilaku, dan penyadaran pada masyarakat bahwa perilaku BABS akan menimbulkan pengaruh lingkungan tak sehat dan penuh bakteri” ujarnya

Memiliki jamban sehat lanjut Doktor yang juga Motivator Forbes ini, adalah solusi efektif dalam penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Namun, merubah perilaku masyarakat sungguh sulit karena berbagai argumentasi, diantaranya lahan sempit menjadi penghalang membangun jamban layak dan sehat.

“Persoalan stunting di Sidoarjo tahun ini harus kita selesaikan. Angkanya harus terus turun hingga bebas dari stunting. Salah satunya adalah dengan gerakan Anti BABS, saya optimis masyarakat Sidoarjo bisa merubah pola perilaku menjadi sehat” tukas Kun.

Pewarta: AGST

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Pemerintah Bebaskan BM Impor Mesin Untuk Pengembangan Industri

JAKARTA-Pemerintah membebaskan bea masuk (BM) atas impor mesin serta barang
Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), hingga 30 September 2021, telah dibangun 763.127 unit rumah di seluruh Indonesia.

BWI Kembangkan Aplikasi Digital untuk Dukung Ekosistem Wakaf Nasional

JAKARTA-Badan Wakaf Indonesia (BWI) sedang mengembangkan aplikasi untuk mendukung Waqf