Kemenperin Dorong Kerja Sama Industri dan Kampus Bikin Ventilator

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (8/4).

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku sejumlah perguruan tinggi di Indonesia memiliki kesiapan dan kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan seperti ventilator atau alat bantu pernapasan. Produksi ventilator ini menjadi salah satu hal penting saat ini karena dibutuhkan dalam cukup banyak sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

“Kami mendapat laporan, tim dari perguruan tinggi sudah memiliki mitra dalam upaya memproduksi ventilator. Namun, mereka punya keterbatasan khususnya terkait ketersediaan bahan baku dan rantai pasok,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (8/4).

Guna mendorong percepatan produksi ventilator tersebut, Kemenperin akan turut bantu memantau dan memastikan dua komponen tersebut.

“Kalangan akademisi ini berupaya segera membuat blueprint ventilator yang kemudian akan dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan,” tutur Menperin.

Baca :  Intan Fitriana Fauzi, SH, LL.M: Tak Cari Kerja di DPR

Adapun empat perguruan tinggi yang sedang melakukan proses produksi ventilator di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Institut Teknologi Bandung.

“Tahapan perizinan dan uji klinis akan didukung secara penuh oleh Kementerian Kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus mengutarakan bahwa proses pembuatan ventilator ini juga membutuhkan business model, karena menjadi langkah strategis jangka menengah dan panjang.

“Saat ini memang menjadi momentum yang tepat untuk kita bersama-sama membantu Indonesia mengatasi pandemi Covid-19. Selain itu, dapat membangkitkan gairah industri alat kesehatan di dalam negeri, dengan diawali memproduksi ventilator ini,” paparnya.

Oleh karena itu, Menperin memberikan apresiasi kepada sejumlah perguruan tinggi yang berminat untuk memproduksi ventilator.

Baca :  Temui Presiden, LaNyalla Beri Masukan Tiga Strategi Pemulihan Ekonomi

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi pada kampus serta mitra-mitranya yang terlibat dalam pembuatan ventilator ini,” ujarnya.

Di samping itu, perguruan tinggi didorong juga untuk menjalin kerja sama dengan pelaku industri.

“Kolaborasi ini dilakukan untuk mempercepat proses produksi maupun membantu penyediaan bahan baku utama pembuatan ventilator,” imbuhnya.