Investasi Industri di Indonesia Menjanjikan

Friday 16 Aug 2013, 3 : 13 pm
by

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia, karena investasi tersebut dibutuhkan untuk menyerap banyak tenaga kerja, memberi multiplier efek bagi perekonomian nasional, dan menambah penerimaan negara. Kemenperin juga akan terus mendorong investasi yang masuk di Indonesia dilakukan di luar Pulau Jawa. “Hingga saat ini, minat para investor masih tetap tinggi karena berbagai faktor yang dianggap dapat menjanjikan dan menguntungkan, dan pada beberapa sektor investasi di luar Pulau Jawa banyak juga diminati industri. Beberapa sektor investasi yang menarik minat para investor tersebut, antara lain adalah industri logam dasar, petrokimia, tekstil, CPO, kakao, dan lain-lain,” kata Menteri Perindusrian Mohamad S Hidayat seusai melakukan halal bi halal dengan keluarga besar Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (14/8).

Dia menjelaskan, pertumbuhan industri non migas mengalami penurunan sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 yaitu rata-rata hanya mencapai 4,26% dibawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5.62%. Namun sejak tahun 2010 memperlihatkan tanda-tanda pemulihan yaitu tumbuh sebesar 5,12%, meskipun masih dibawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,22%. Sejak tahun 2011, pertumbuhan industri non migas berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,74% dan tahun 2012 sebesar 6.40%, dan sampai dengan semester I tahun 2013 mencapai 6,58%.

“Pertumbuhan industri non migas yang tinggi ini membawa dampak meningkatnya importasi bahan baku dan barang modal terutama untuk investasi baru. Hal ini menjadi tantangan mendasar sejak digiatkannya pembangunan industri yang belum bisa diselesaikan,” tegas Menperin. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian sejak tahun 2010 mencanangkan program penguatan struktur industri melalui hilirisasi industri berbasis sumber daya alam, seperti sumber daya alam tidak terbarukan (mineral logam dan migas) guna mendukung tumbuhnya industri hulu, antara yang menghasilkan bahan baku industri serta basis tumbuhnya industri permesinan dan barang modal. Demikian juga hilirisasi industri berbasis sumber daya alam terbarukan (CPO, coklat, karet, rotan dll) bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan mendukung struktur ekonomi nasional yang kuat.

Berdasarkan data Kemenperin hingga Agustus 2013, realisasi proyek penting yang sudah dan akan dibangun, diantaranya industri berbasis sumber daya tidak terbarukan, meliputi: 1) industri berbasis mineral logam dengan total investasi USD 17,5 miliar dari 18 sektor industri yang bergerak di basis produk bijih bauksit, bijih besi, bijih nikel, dan bijih tembaga. 2) industri berbasis migas/petrokimia dengan total investasi USD 8 miliar dari 7 sektor industri. Sementara itu, untuk industri berbasis sumber daya terbarukan, yaitu pengolahan CPO dengan total investasi Rp. 30 triliun dari 9 sektor industri dan pengolahan kakao dengan total investasi USD 333 juta dari 8 sektor industri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

Petrus Selestinus Minta Masyarakat Awasi Peradilan MKMK terhadap Ipar Jokowi

JAKARTA – Koordinator Perekat Nusantara dan TPDI Petrus Selestinus meminta

Gories Mere dan Diaz Hendroprijono Jadi Stafsus Presiden

JAKARTA-Presiden Joko Widodo telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pengangkatan