KSP Meyakinkan Masyarakat Pemerintah Permudah Izin UMKM

JAKARTA-Kantor Presiden (KSP) kembali menggelar program yaitu “KSP Mendengar” di Kota Bandung yang dihadiri oleh pimpinan 43 organisasi masyarakat dan kepemudaan ada Kamis malam, 12 November 2020.

Sebelumnya kegiatan ini digelar di Serang Banten dengan melibatkan sejumlah pimpinan organisasi masyarakat sipil dan kepemudaan.

Kepala Kantor Staf Presiden Jendral TNI Moeldoko membuat satu ruang terbuka untuk publik yaitu KSP Mendengar.

Karena KSP merupakan sebagai unit kerja yang dibawah presiden langsung.

Tujuan dari program KSP Mendengar adalah untuk menyerap aspirasi dan keresahan masyarakat khususnya kalangan mahasiswa, buruh, nelayan, dan lainnya dalam menyikapi berbagai isue dan permasalahan nasional.

Dalam kesempatan ini, Donny Gahral Adian yang juga didampingi oleh Joanes Joko, Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, memulai dengan pemaparan situasi penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah.

“Covid bersifat sangat dinamis. Jangan lengah dan tetap waspada, disiplin menerapkan protokol kesehatan adalah kunci,” terangnya.

Meski begitu, masyarakat diminta tetap menjalankan protokol kesehatan terlebih dahulu.

Pasalnya, virus Covid-19 bukan virus yang bisa dianggap enteng.

Donny menuturkan, kondisi di beberapa wilayah di Indonesia hampir merasakan dampak dari virus corona.

Dalam hal ini, lanjut Donny, menjaga diri sendiri dan mengingatkan masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan sangat penting.

“Dalam waktu bersamaan saat pandemi virus Covid-19 ini, pemerintah melalui UU Cipta Lapangan Kerja telah mempermudah izin Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Pemerintah akan berupaya menciptakan lapangan kerja baru, menggerakan rakyat membuka usaha sendiri dengan lebih mudah karena perizinan bagi UMKM dipermudah,” ujarnyq.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Anshor, Abdul Rozak mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan oleh Kantor Staf Presiden dengan mendatangi langsung masyarakat untuk mendengarkan berbagai permasalahan dan menjelaskan kesimpangsiuran informasi yang beredar di masyarakat terkait berbagai isue.

“Harapan kami ‘KSP Mendengar’ jangan hanya berhenti sekedar menjadi kegiatan seremonial namun diperkuat menjadi jaringan komunikasi istana dan masyarakat terutama terkait menangkal berita bohong dan informasi yang menyesatkan di masyarakat maupun di sosial media,” pungkasnya.