Laba Bersih ACES di Kuartal Pertama 2020 Naik Jadi Rp245,68 Miliar

Ilustrasi

JAKARTA-PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) mencatatkan laba bersih di Kuartal I-2020 sebesar Rp245,68 miliar atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp236,45 miliar.

Kinerja positif ini ditopang oleh peningkatan nilai penjualan bersih selama tiga bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi ACES yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (29/6), nilai penjualan bersih Ace Hardware dalam tiga bulan pertama tahun ini meningkat menjadi Rp1,97 triliun dari Rp1,88 triliun pada Kuartal I-2019.

Sementara itu, beban pokok penjualan emiten anggota Indeks Kompas100 ini selama kuartal pertama 2020 tercatat sebesar Rp991,59 miliar atau meningkat tipis dari Rp990,51 miliar pada Kuartal I-2019.

Sehingga, laba kotor perseroan pada Kuartal I-2020 menjadi Rp975,38 atau lebih tinggi dibanding Kuartal I-2019 yang senilai Rp891,37 miliar.

Beban usaha ACES pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp707,93 miliar dan beban lain-lain senilai Rp40,37 juta, sedangkan pendapatan lain-lain sebesar Rp47,25 miliar.

Maka, laba usaha perseroan pada Kuartal I-2020 menjadi Rp314,65 miliar atau lebih rendah dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp317,11 miliar.

Namun, selama tiga bulan pertama tahun ini ACES mampu menekan beban keuangan (neto) menjadi Rp17,56 miliar dari Rp23,51 miliar di kuartal pertama tahun ini.

Bahkan pada Kuartal I-2020, ACES tidak mencatatkan beban berupa Bagian Atas Rugi Entitas Asosiasi, padahal di Kuartal I-2019 nilainya mencapai Rp755,6 juta.

Dengan demikian, laba sebelum pajak di Kuartal I-2020 sebesar Rp296,09 miliar atau lebih tinggi dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp291,88 miliar.

Adapun total beban pajak penghasilan (neto) di kuartal pertama tahun ini senilai Rp52,35 miliar atau lebih rendah dibanding periode yang sama 2019 sebesar Rp54,1 miliar.

Per 31 Maret 2020, total liabilitas ACES tercatat Rp2,09 triliun atau lebih tinggi dibanding posisi per 31 Desember 2019 sebesar Rp1,97 miliar.

Sedangkan, total ekuitas per akhir Maret 2020 meningkat menjadi Rp4,9 triliun dari Rp4,68 triliun per akhir Desember 2019.