Laba Bersih Astra Semester I- 2014 Capai Rp 9,8 Triliun

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (kanan) yang didampingi Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (kedua kanan) mencoba alat angkut perkebunan Wintor sambil berbincang bersama Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto (keempat kanan) didampingi Presiden Direktur PT Astra Otoparts Tbk Hamdhani Dzulkarnaen (ketiga kanan). Presiden Joko Widodo menanyakan tentang bahan bakar Wintor seusai meresmikan Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri Dalam Rangka Membangun Link & Match Industri dengan SMK di PT Astra Otoparts Tbk – Divisi Engineering Development Center, Cikarang, Jawa Barat (28/7).

JAKARTA-PT Astra International Tbk dan anak perusahaannya (Astra atau Perseroan) mengumumkan bahwa kinerja Perseroan dan anak perusahaan (Astra) semester I tahun 2014 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun 2013.

Pendapatan bersih Astra sepanjang enam bulan pertama tahun 2014 mencapai Rp 101,5 triliun, naik 8% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar Rp 94,3 triliun, sementara laba bersih naik sebesar 11% dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 9,8 triliun.

Laba bersih per saham mengalami kenaikan sebesar 11% menjadi Rp 242 per saham.

“Bisnis Grup Astra mencatat hasil yang beragam pada semester pertama tahun 2014 ini, meskipun volume operasional masih tinggi. Kinerja keuangan hingga akhir tahun diperkirakan masih baik, walaupun kompetisi pada pasar mobil masih tinggi dan harga batu bara diperkirakan masih rendah,” ungkap Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (25/7).

Baca :  Tumbuh 24%, Jasa Armada Bukukan Laba Bersih Rp 90 Miliar

Kegiatan Grup Astra fokus kepada enam lini bisnis inti, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur, Logistik dan Lainnya, serta Teknologi Informasi.

Menurutnya, laba bersih Divisi Otomotif turun sebesar 9% menjadi Rp 4 triliun.

Walaupun permintaan kendaraan bermotor tetap baik di semester pertama tahun 2014, perang diskon yang masih berlanjut di pasar mobil memberikan dampak pada turunnya laba bersih.

Kontribusi laba bersih dari bisnis grup komponen juga mengalami penurunan, menyusul turunnya kepemilikan saham Perseroan di Astra Otoparts dari 95,7% menjadi 80% pada kuartal kedua tahun 2013.

Total penjualan mobil nasional meningkat sebesar 7% menjadi 642.000 unit.

Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks dan Peugeot) mengalami kenaikan 4% menjadi 334.000 unit, dengan pangsa pasar menurun dari 53% menjadi 52%. Sepanjang semester pertama tahun 2014, Astra meluncurkan 11 model baru dan 7 model facelift.

Sementara itu, penjualan sepeda motor nasional naik 7% menjadi 4,2 juta unit.

Baca :  RUPST UNVR Sepakat Seluruh Laba Bersih 2019 Ditetapkan Sebagai Dividen

Penjualan sepeda motor Honda keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) naik 11% menjadi 2,6 juta unit, dengan peningkatan pangsa pasar dari 60% menjadi 62%. Di semester pertama tahun 2014 PT Astra Honda Motor meluncurkan 11 model facelift.

PT Astra Otoparts Tbk (AOP), perusahaan di bidang komponen otomotif yang 80% sahamnya dimiliki Perseroan, mencatat peningkatan volume penjualan walaupun laba bersih mengalami penurunan sebesar 11% menjadi Rp 454 miliar disebabkan oleh turunnya margin manufaktur.