Loon Google Alternatif Komplementer Penetrasi Broadband 4G

Menkominfo, Rudiantara bersama co-Founder Google Sergey Brin

JAKARTA-Project Loon dari Google akan digunakan untuk memberikan konektivitas Broadband 4G yang memadai dan terjangkau bagi masyarakat. “Di mana melalui metoda konvensional tower terrestrial, Loon ini yang digunakan sebagai alternatif dan komplementer, “ tutur Menteri Kominfo Rudiantara saat berbincang di depan pekerja media di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (29/12).

Rudiantara menegaskan Google Loon merupakan solusi alternatif dan komplementer penetrasi Broadband 4G di daerah perdesaan atau rural, perbatasan maupun di wilayah-wilayah pantai, dan maritim serta pulau-pulau dan laut. “Misalnya tidak mungkin pasang tower di laut, hal tersebut sulit dilaksanakan. Jadi alternatifnya Google Loon,” jelasnya kepada pekerja media dan didampingi oleh co-Founder Google Sergey Brin.

Rudiantara menambahkan bahwa Loon merupakan sisi pemenuhan akses dan bagus untuk wilayah rural. “Kita nanti tinggal sesuaikan kebutuhan teknis spektrum frekuensi untuk backhaul,” tambahnya.

Baca :  Moody’s Tetapkan Peringkat Indonesia ‘Investmet Grade’

Lebih lanjut Google Loon tidak akan pernah dan tidak menjadi operator baru. melainkan hanya sebagai penyedia teknologi tower dan eNodeB (BTS) di angkasa. “Google Loon Project Trial ini hanya digunakan untuk kepentingan komunikasi saja. Dengan batasan-batasan yang tegas dan jelas, Google sepakat dengan ketentuan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Sergey  Brin menyatakan dengan kondisi geografik Indonesia Loon sangat sesuai. Loon bisa menjangkau luas area permukaan dengan diameter 80 km.

Inisiasi Google Loon Project akan diadakan ujicoba selama tahun 2016 di Indonesia. Ujiocoba itu bekerjasama dengan tiga operator selular di pita frekuensi 900 MHz yang telah dialokasikan kepada operator selular tersebut yaitu Telkomsel, Indosat dan XL Axiata. “Telah diidentifikasi beberapa lokasi di daerah rural untuk menyediakan solusi layanan 4G Broadband di daerah rural dengan solusi ini, menggunakan handset 4G yang ada di pasaran,” terangnya.

Baca :  Basuki : Bandara Ahmad Yani Dilengkapi Jalan Layang 1,2 Km

Menteri menyampaikan juga tidak hanya sisi aplikasi dan network tetapi juga dari sisi device Indonesia membuka peluang keterlibatan Google. “Dalam hal ini bagaimana menciptakan handset smartphone yang sangat murah untuk Indonesia, salah satunya memanfaatkan AndroidOne,” jelas Rudiantara.

Mengenai hal itu, Sergey sangat antusias dan akan membantu upaya-upaya Indonesia dalam menciptakan device murah.

Handset Android 4G murah, menjadi tujuan kebijakan Kominfo pada tahun 2017 nanti agar handset 4G untuk layanan broadband bisa terjangkau oleh masyarakat. “Kominfo mengharapkan Google bisa membantu bekerjasama dengan ekosistem manufaktur lokal maupun pengembang aplikasi di tanah air untuk memberikan solusi handset 4G murah,” tutur Menkominfo.

Tak hanya di aspek Wireless Broadband, Kementerian Kominfo akan serius menata  Fixed Broadband tahun 2016 nanti.

Baca :  Pemberdayaan Ekonomi Syariah Dalam APBN Penting Bagi Ketahanan Negara

Menurut Rudiantara Kementerian Kominfo telah mempelajari inisiatif Google Fiber di mana terjadi kerjasama yang sangat baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah di Amerika Serikat dan penyelenggara TIK termasuk Google. “Dengan prinsip-prinsip open access, non diskriminatori serta partisipasi semua stakeholder, kemudahan “right of ways” serta manfaat layanan Fixed Broadband bagi masyarakat setempat,” tuturnya.

Secara khusus Menteri Rudiantara menyatakan minat untuk mempelajari model kerjasama seperti Google Fiber sebagai salah satu refernesi percepatan pembangunan Fixed Broadband di Indonesia