Membongkar Mafioso Politik Indonesia

Minggu 31 Mar 2024, 8 : 02 pm
by
Ilustrasi

Oleh: Saiful Huda Ems

Biasanya kalau saya mengkritisi Jokowi, yang murka kebanyak sekali, baik melalui komennya di Facebook maupun di group-group Whatsapp (WA) dan japri juga.

Namun sekarang yang murka atau marah ke saya semakin sedikit, sangat sepi, seakan mereka sudah semakin loyo tak bertenaga.

Bahkan sebagian lagi mulai banyak yang berbalik memuji konsistensi perjuangan saya dan teman-teman yang sevisi.

Ini tanda-tanda besar, bahwa para pendukung Jokowi mulai sadar akan kegilaan Jokowi yang kian hari kian ganas, brutal menghancur leburkan tatanan Demokrasi, dan meluluh lantakkan kewibawaan lembaga-lembaga negara.

Karena ego pribadinya yang secara membabi buta mengangkat keluarganya untuk menjadi pejabat-pejabat negara tanpa dilandasi kompetensi.

Baca juga :  Megawati Menang, PDIP Tetap Jaya

Rakyat kian hari kian bertambah terbuka pikirannya, bahwa Dinasti Politik serta Nepotisme yang dilakukan oleh Jokowi itu sangat berbahaya, berpotensi menggiring bangsa dan negara ini menuju kehancurannya.

Olehnya jangan heran, pemberontakan diam-diam maupun secara terbuka, baik yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan Pemerintahan Jokowi, maupun kelompok yang dipaksa oleh Jokowi untuk menang (kubu Prabowo), perlahan-lahan mulai bersikap tegas pada brutalitas politik Jokowi.

Misalnya, ketika mayoritas rakyat mulai tau dan mengerti bahwa IKN hanyalah produk ambisi pribadi Jokowi yang ingin meninggalkan legacy di akhir masa kekuasaannya, sampai-sampai ekonom senior (Sudrajad Djiwandono) yang sangat dekat dengan Prabowo dan anaknya menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra, mengemukakan ketidak setujuannya untuk berdirinya Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

Baca juga :  Jokowi Jangan Lupa Diri

Padahal Presiden Jokowi sendiri sudah kampanye mati-matian ingin melakukan Upacara 17 Agustus 2024 nantinya di IKN.

Ini artinya setelah nantinya Jokowi tak lagi menjadi presiden, proyek IKN berpotensi mangkrak, sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Anak SBY ini sempat mengeritik IKN ini  sebelum ia mendapat “permen” politik dari Jokowi, dengan diangkatnya sebagai Menteri Agraria dan Tataruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BeritaMoneter.com. Mari bergabung di Channel Telegram "BeritaMoneter.com", caranya klik link https://t.me/beritamoneter, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga berita kami di:

Komentar

Your email address will not be published.

Don't Miss

Laba Bersih INDY di Kuartal I Rontok 21,47% Jadi USD58,93 Juta

JAKARTA-PT Indika Energy Tbk (INDY) selama tiga bulan pertama tahun

Bank DKI Borong 2 Kategori Penghargaan di Ajang 4th Indonesia Public Relations Awards 2023

JAKARTA-Bank DKI kembali menorehkan prestasi gemilang atas berbagai upaya publikasi,