OJK Selenggarakan Kompetisi Inklusi Keuangan

JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar “Kompetisi Inklusi Keuangan”(KOINKU) yang diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesiadalam rangka mewujudkan sektor jasa keuangan yang berkelanjutan dan stabil. Kesuksesan program inklusi keuangan (financial inclusion) ditandai dengan akses keuangan yang mudah didapatkan masyarakat sehingga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan taraf hidup konsumen atau masyarakat.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Kusumaningtuti S. Soetiono, menjelaskan kkompetisi ini dibagi menjadi 3 (tiga) kategori, yaitu kategori Akademisi, kategori Umum yang memiliki ide model bisnis inklusi keuangan yang kreatif dan inovatif serta dan penghargaan kepada Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang telah menerapkan model bisnis inklusi keuangan. “Akses masyarakat terhadap lembaga keuangan menjadi salah satu kunci berfungsinya sistem keuangan secara optimal. Jika masyarakat dapat memanfaatkan jasa keuangan dengan mudah, maka akan mendorong peningkatan perputaran modal. Dengan begitu, lembaga keuangan dapat melaksanakan pemerataan modal di dalam masyarakat, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada kenyataannya, saat ini Indonesia masih berada pada tahap inklusi keuangan yang belum mapan” katanya di Jakarta, Rabu (29/10).

Baca :  Lembaga Jasa Keuangan Wajib Mematuhi Tata Cara PSBB

Dia menjelaskan, inklusi keuangan adalah seluruh upaya yang bertujuan meniadakan segala bentuk hambatan yang bersifat harga maupun non harga, terhadap akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan. Untuk mewujudkan program inklusi keuangan yang berkesinambungan maka diperlukan kerjasama yang baik antara otoritas dengan instansi yang terkait dan juga masyarakat. “Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat juga memegang peranan yang sangat penting dalam mengembangkan inklusi keuangan terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh tangan pemerintah. Untuk itu, diharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk ikut berpartisipasi membangun dan mengembangkan inklusi keuangan di Indonesia melalui kompetisi KOINKU ini,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sri Rahayu Widodo, menjelaskan penyelenggaraan kompetisi ini bertujuan untuk Pertama, mendorong adanya inovasi ide model bisnis akses keuangan yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya sektor jasa keuangan serta memberikan manfaat bagi peningkatan taraf hidup konsumen dan atau masyarakat. Kedua, mendapatkan model bisnis sektor akses keuangan baru yang dapat menjadi barometer model bisnis akses keuangan yang dapat diimplementasikan di sektor jasa keuangan baik sektor perbankan, industri keuangan non bank, dan pasar modal. Ketiga, memberikan penghargaan bagi PUJK yang telah melakukan inovasi model bisnis akses keuangan yang berdampak positif bagi perusahaannya, konsumen dan atau masyarakat sebagai pengguna. Keempat, mendorong adanya rekomendasi gagasan inovatif dan solutif dalam rangka meningkatkan akses keuangan bagi masyarakat.

Baca :  OJK Cabut Izin Usaha PT BPR Callieste Bestari Badung Bali

Enam Finalis dari kategori Akademisi dan Umum akan diundang ke Jakarta untuk mempresentasikan karyanya dihadapan Dewan Juri dengan biaya transportasi dan akomodasi ditanggung oleh OJK. “Selanjutnya pemenang KOINKU akan memperoleh penghargaan dan hadiah dari OJK,” pungkasnya.