Panja Jiwasraya Ditargetkan Dua Masa Sidang DPR Selesai

JAKARTA-Panja Asuransi Jiwasraya bertekad secepatnya menyelesaikan tugas kerjanya terutama penyelesaian kasus gagal bayarnya BUMN asuransi tersebut.

Kalangan DPR sendiri mematok bisa bekerja dalam tempo dua kali masa sidang DPR.

“Kita berharap Panja ini bisa rampung dua kali masa sidang selesai. Makanya, sejak kemarin hingga hari ini sudah kerja. Hari ini RDP perdana dengan pakar ekonomi,” kata anggota Komisi VI DPR Achmad Baedowi sebelum rapat Panja dimulai, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Diakui Awi-sapaan akrabnya, kemungkinan besar kerja Panja Jiwasraya dalam satu masa sidang ini akan molor, alias tidak akan selesai. Hal ini, karena kerja dan agenda Komisi IV DPR juga cukup banyak.

Baca :  Nasabah DBS Treasures Private Client Meningkat 36%

“Besok (Rabu/29/1/2020), Raker dengan Meneg BUMN Erick Tohir, termasuk Direksi Jiwasraya, kita tanyakan pendapatanya soal penanganan dan penyelesaian Jiwasraya,” terangnya.

Selain itu, lanjut anggota Fraksi PPP, Panja Jiwasraya juga akan akan memanggil orang-orang yang dianggap mengetahui kasus tersebut.

“Yakni jajaran Direksi Jiwasraya (lama), termasuk yang jadi tersangka. Kita akan koordinasi dengan komisi terkait supaya bisa dihadirkan, termasuk Menteri BUMN lama (Rini),” paparnya lagi.

Awi tak membantah kemungkinan Panja juga akan memanggil Meneg BUMN sebelum Rini. Hal ini melihat hasil audit BPK yang menunjukkan bahwa Jiwasraya bermasalah sejak 2006.

“Dulu itu sudah ada persoalan tapi tak diselesaikan. Kemudian masalah bertumpuk-tumpuk dan akhirnya, jadilah seperti ini. Jadi ada pembiaran, makanya hari ini kita mengundang para pakar untuk mendapatkan masukan,” jelas dia lagi.

Baca :  Korupsi Jiwasraya, DPR: Pelaku Lainnya Harus Dijerat Hukum

Terkait skema penyelesaian dana nasabah selama 4 tahun, Awi mengakui mencari dana Rp13 Triliun bukanlah hal yang mudah.

Oleh sebab itu, Panja minta penjelasan skema 4 tahun tersebut rincian pencarian dananya bagaimana.

“Jangan-jangan ada cara yang lebih singkat, namun tak ditempuh cara itu,” ucapnya.

Nasabah yang akan diselesaikan itu, ada skala prioritasnya, karena kalau langsung menyelesaikan nasabah yang 17.000 orang tentu bisa bangkrut negara ini.

“Ya, kalau ditanya ke nasabah, tentu samuanya hari ini mau tarik dana, ya tak bisa begitu dong,” pungkasnya. ***