Pefindo Tetapkan Rating BRPT di Level idA dengan Outlook Negatif

ilustrasi

JAKARTA-PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menetapkan peringkat idA (single A) untuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan Obligasi Berkelanjutan I Barito Pacific dengan nilai emisi sebanyak-banyaknya Rp1,5 triliun.

Namun, outlook untuk peringkat perusahaan direvisi menjadi “negatif” dari sebelumnya di posisi “stabil”.

Berdasarkan hasil riset analis Pefindo, Niken Indriarsih dan Umar Hareddy, outlook untuk peringkat BRPT sebagai perusahaan direvisi menjadi “negatif”, karena arus kas masuk dari anak perusahaan yang lebih rendah secara berkelanjutan, terutama dari bisnis petrokimia, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di peringkat idAA-/negatif.

“Harga komoditas lebih rendah, sementara leverage finansial BRPT akan meningkat dalam jangka pendek,” demikian disebutkan dalam analis Pefindo yang dikutip di Jakarta, Jumat (9/10).

Baca :  Pefindo: Bulan Depan Suku Bunga BI Turun 25 Bps, Hingga Akhir 2020 di Level 3,75%

Pada Agustus 2020, BRPT memperoleh fasilitas utang sebesar USD252,7 juta dari Bangkok Bank untuk digunakan sebagai bagian dari kontribusi perseroan dalam struktur finansial kepada PT Indo Raya Tenaga yang akan dimanfaatkan untuk konstruksi dan pengembangan proyek pembangkit listrik ultra-super critical 2×1.000 megawatt.

Rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA dan FFO terhadap pinjaman BRP diproyeksikan melemah menjadi 4,4x dan 7,6 persen secara rata-rata untuk dua tahun ke depan, dibandingkan 3,3x dan 9,9 persen per 31 Desember 2019.

“Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang”.

Namun, laporan Pefindo menyebutkan bahwa kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan obligor dengan peringkat yang lebih tinggi.

Baca :  TPIA Terbitkan Obligasi Rp1 Triliun dengan Tingkat Kupon 9,2%

Peringkat BRPT mencerminkan posisi pasar yang kuat dari segmen operasi utama perseroan, pembagian dividen yang baik dari anak-anak usaha inti dan segmen energi panas bumi yang memberikan perlindungan terhadap sensitivitas siklus industri sektor petrokimia.

Selain itu, peringkat BRPT dibatasi oleh leverage keuangan yang moderat, akses tidak langsung terhadap arus kas operasional anak perusahaan dan risiko yang melekat dengan segmen inti operasi perseroan.

“Dalam pandangan alam pandangan kami, outlook akan direvisi menjadi stabil, jika kinerja peringkat membaik yang tercermin dengan membaiknya profil keuangan bisnis petrokimia secara berkelanjutan dan/atau usaha penurunan utang di level induk perusahaan didukung oleh kemampuan menghasilkan arus kas dari anak-anak perusahan”.

Baca :  Pefindo Kembali Pangkas Rating MDLN Jadi CreditWatch Berimplikasi Negatif

Pefindo menyampaikan, peringkat BRPT akan diturunkan jika terdapat penurunan yang berkelanjutan dalam profil keuangan, karena selisih yang menipis dan berkelanjutan dalam bisnis petrokimia dan/atau utang lebih besar dari yang diproyeksikan.

“Peringkat juga bisa berada dalam tekanan jika terdapat penurunan aliran arus kas dari anak-anak perusahaan, yang dapat dipicu oleh kondisi pandemi Covid-19 dan menyebabkan pelemahan lebih lanjut di sektor petrokimia atau bencana alam yang sangat mempengaruhi segmen geothermal,” demikian disebutkan Pefindo.