Permintaan Produk Nikel Meningkat, IFSH Siap Ekspansi Usaha

Monday 1 Apr 2024, 7 : 44 pm
by
PT Ifishdeco Tbk

JAKARTA – Manajemen PT Ifishdeco Tbk (IFSH) memperkirakan, permintaan nikel dunia akan terus meningkat hingga tahun ini.

Hal tersebut seiring dengan tingginya permintaan terhadap kendaraan listrik di dunia saat ini.

Direksi IFSH dalam materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, dikutip Senin (01/4/2024) mengatakan, potensi peningkatan permintaan nikel menjadi opportunity bagi keberlangsungan usaha Peseroan dalam jangka panjang.

Perseroan pun berencana melakukan ekspansi usaha, melalui anak usahanya.

Rencana aksi korporasi Perseroan tersebut cukup beralasan.

Selain ditunjang oleh prospek industri nikel di tanah air yang masih cerah, aksi ini juga seiring dengan permintaan produk nikel yang masih tinggi.

Faktor lain yang ikut mendorong Perseroan ekspansi yakni kinerja keuangan yang tumbuh positif hingga 2023.

Seperti diketahui, IFSH membukukan penjualan sebesar Rp1,43 triliun pada 2023, naik 52,6% dari Rp939,03 miliar pada 2022.

Perseroan berhasil menjual 2,29 juta metric ton bijih nikel sepanjang tahun lalu.

Pencapaian tersebut sekitar 85% dari target Perseroan sebesar 2,7 juta metric ton nikel pada 2023

Kenaikan penjualan disertai peningkatan beban pokok penjualan yang lebih tinggi dari penjualan yakni sebesar 96,05% jadi Rp745,21 miliar, dari Rp380,12 miliar pada 2022.

Namun, laba kotor IFSH tumbuh 23,3% menjadi Rp688,01 miliar pada 2023, jika dibandingkan Rp558,91 miliar pada tahun 2022.

Di sisi lain, beban penjualan IFSH turun 6,63%, dari Rp312,04 miliar jadi Rp291,32 miliar pada 2023.

Beban umum dan administrasi meningkat 18,43% jadi Rp104,48 miliar, dari Rp88,21 miliar pada 2022.

Namun, laba usaha Perseroan melonjak 84,18% menjadi Rp292,20 miliar, dibanding Rp158,64 miliar pada tahun 2022.

Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk IFSH mencapai Rp211,26 miliar (Rp109,63 per saham) pada 2023, tumbuh 6,06 jika dibandingkan Rp199,18 miliar (Rp93,74 per saham) pada tahun 2022.

Total asset IFSH per Desember 2023 sebesar Rp1,07 triliun, turun 2,05% dari Rp1,09 triliun per Desember 2022.

Jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Desember 2023, masing-masing Rp286,59 miliar dan Rp785,88 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Don't Miss

OTT Pungli di Kemenhub Bukan Pencitraan

JAKARTA-Wakil Ketua komisi III DPR Trimedya Panjaitan menolak anggapan sejumlah

Indonesia Siap Berlakukan FATCA di 2018

JAKARTA-Pemerintah Indonesia bersama Amerika Serikat (AS) serta banyak negara lain