Progres Proyek Terminal Teluk Lamong Capai 68,14%

SURABAYA-Progres proyek pembangunan Terminal Teluk Lamong Pelanuhan Tanjung Perak hingga akhir November 2013 telah mencapai 68,14%. Proyek tersebut terbagi dalam beberapa paket pekerjaan diantaranya paket A  untuk pekerjaan dermaga internasional, paket B pekerjaan lapangan penumpukan (CY) dan jalan penghubung (Causeway), paket C pekerjaan jembatan penghubung, paket D pekerjaan bangunan perkantoran dan paket E pekerjaan pengadaan peralatan bongkar muat. 

Pimpinan proyek Terminal Teluk Lamong M. Harry Darmawan mengungkapkan bahwa pengerjaan lapangan penumpukan (CY) dan jalan penghubung (causeway) sudah mencapai 72,4 persen. Saat ini sedang dilakukan cutting (pemotongan) elevasi tumpukan tanah di lapangan penumpukan. “Elevasi di lapangan penumpukan (CY) saat ini telah mencapai 9 meter, namun berdasarkan kajian tim ITS Surabaya, elevasi itu bisa dipangkas menjadi 5 meter saja” jelas Harry.

Soal kepadatan tanah dilapangan penumpukan itu, hasil ka’jian dari tim ITS menunjukkan sudah sesuai. Hal tersebut memberikan jaminan bahwa kekuatan lahan yang digarap tidak lagi turun. Masalahnya, pemadatan di lapangan penumpukan  itu membutuhkan tanah urug yang banyak. Padahal elevasi lahan dilapangan saat ini mencapai 9 meter sehingga harus dipotong menjadi 5 meter.

Berdasarkan hasil kajian, kepadatan lapangan penupukan dimaksud diharapkan mampu menahan beban hingga 9 ton per meter persegi.Dengan kata lain, lapangan penumpukan nanti mampu menahan beban sekitar  1,4 juta ton. Asumsi itu dihitung dengan total luas lahan 15,86 hektar dan tiap mter persegi mampu menahan beban 9 ton.

Terpisah, Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto, mengatakan bahwa percepatan pengerjaan paket B merupakan persiapan kedatangan peralatan bongkar muat buatan Konecranes Finlandia yang  akan didatangkan. “Menurut rencana, Automatic Stacking Crane (ASC) dan Stradle Carrier (SC) akan datang di Terminal Teluk lamong secara bertahap mulai awal Januari 2013”, ungkapnya

Ada dua jenis pekerjaan pengadaan peralatan bongkar muat di Terminal Teluk Lamong yang dilakukan oleh Konecranes Finland Corporation. Salah satu bagian dari kontrak tersebut adalah pengadaan 10 (sepuluh) unit Ship to Shore (STS) Crane.  Penyelesaian alat tersebut secara bertahap, yakni 5 (lima) unit di tahun 2014 dan 5 unit berikutnya di tahun 2016.  Bagian kontrak lain adalah pengadaan 20 (dua puluh) unit Automatic Stacking Crane (ASC) dan 5 (lima) unit Straddle Carrier (SC), rencananya 10 unit ASC dan 5 unit SC akan datang 2014 mendatang, sedangkan 10 unit ASC datang tahun 2016.