Produk Mamin Indonesia Tembus Jepang

JAKARTA-Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus menciptakan penetrasi pasar global. Setelah lolos seleksi cukup ketat di Negeri Sakura Jepang, produk makanan dan minuman (mamin) olahan Indonesia bisa mejeng di pasar swalayan ternama di Jepang.

Kemendag mengenalkan cita rasa makanan dan minuman Indonesia melalui promosi di pasar swalayan Odakyu, 5-11 November ini. Swalayan ini berada di stasiun paling sibuk di Jepang, yakni stasiun Shinjuku. Promosi juga digeber di pasar swalayan Mitsukoshi di kawasan perumahan elit Ebisu pada 12-18 November 2014 mendatang.

Jepang termasuk negara yang menerapkan aturan ketat bagi produk makanan olahan impor. Lewat seleksi ketat oleh pihak swalayan dan badan kesehatan Jepang, produk madu alami, teh herbal (PT. Aksara Kencana Putra), minuman jahe (PT. Intrafood), makanan ringan, mi instan (PT. Indofood CBP Sukses Makmur), dan kopi Indonesia (PT. Aimfood Manufacturing Indonesia) berhasil dipajang di Jepang. Selain perusahaan asal Indonesia, hadir pula tiga perusahaan Jepang yang menggunakan bahan baku/bahan setengah jadi dari Indonesia, yaitu Green Asia Tokyo (restoran Indonesia di Tokyo), Java Tea Japan (Importir teh Indonesia), dan Dari K (pabrik cokelat yang menggunakan biji cokelat dari Indonesia) “Dengan masuknya makanan olahan kita ke Jepang, hal ini menjadi peluang besar mencapai target ekspor makanan olahan ke Jepang sebesar 7,65% di tahun 2014/2015 serta sebagai salah satu strategi menggenggam pasar global,” tegas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Nus Nuzulia Ishak dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (9/11).

Cita rasa makanan olahan Indonesia, imbuh Nus, begitu kaya dan beragam. Sayangnya, hal ini sering luput dari jangkauan mata sehingga kalah terkenal dibandingkan kimchi dari Korea Selatan atau tom yam asal Thailand. Agar tercipta nuansa Indonesia dan meningkatkan kesadaran masyarakat Jepang atas Indonesia, produk-produk makanan olahan cita rasa Indonesia akan dipajang di atas meja display yang diberi hiasan khas Indonesia dengan mengusung tema Remarkable Indonesia. “Staf penjualan lokal berbusana batik Indonesia turut memberikan daya tarik bagi pengunjung,” kata Nus.

Di samping kegiatan instore promotion, Atase Perdagangan Tokyo bekerja sama dengan pihak penyelenggara mengadakan business matching pada 7 November 2014 di Kedutaan Besar RI di Tokyo. “Pelaku usaha Indonesia dipertemukan dengan wholesaler, importir, distributor, dan buyers potensial Jepang. Tak hanya penjualan ritel di pasar swalayan, potensi bisnis jangka panjang juga diharapkan dapat terjadi melalui kegiatan ini,” pungkas Nus.