Sektor Makanan Halal Motor Penggerak Ekonomi Syariah

Ilustrasi

JAKARTA-Gubernur Ban Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan ekonomi syariah menunjukkan kinerja yang berdaya tahan pada 2019 dengan potensi yang besar untuk terus berkembang ke depan, termasuk dapat turut mendukung upaya menghadapi dampak pandemi COVID-19.

Pangsa pasar syariah yang besar dan terus bertumbuh di Indonesia adalah modal penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional sebagai salah satu motor penggerak perekonomian.

Selain itu, ekonomi dan keuangan syariah merupakan sumber pertumbuhan baru yang inklusif, berkelanjutan dan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan.

“Pengembangan ekonomi syariah tersebut terus ditempuh melalui peningkatan peran usaha syariah dalam halal value chain, serta pengembangan keuangan sosial syariah sebagai alternatif sumber pembiayaan yang memperkuat keuangan syariah secara umum,” ujarnya.

Baca :  Pelaku Ekraf Dibekali Skill Promosi Digital Melalui Pelatihan HomeCreativepreneur

Menurutnya, ekonomi syariah, sejalan dengan perekonomian Indonesia secara umum, berdaya tahan ditopang oleh permintaan domestik di tengah penurunan ekspor akibat melambatnya perekonomian global pada 2019.

Dilihat dari sektor prioritas dalam halal value chain (HVC), kinerja ekonomi syariah secara umum lebih tinggi dibandingkan PDB nasional dengan pertumbuhan mencapai 5,72%.

Kinerja ini terutama ditopang oleh sektor makanan halal, yang memiliki kontribusi terbesar pada total sektor prioritas dalam HVC.

“Ke depan dalam jangka pendek pada 2020,sejalan dengan perekonomian secara umum, dampak pandemi COVID 19 akan menyebabkan penurunan kinerja sektor perioritas ekonomi syariah,” imbuhnya.

Dalam jangka menengah, momentum pemulihan perkenomian dari dampak COVID 19, akan dimanfaatkan untuk mendorong pengembangan ekonomi syariah.

Baca :  Kemendag Minta Masyarakat Belanja Kebutuhan Pangan Secara Daring

Upaya transformasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional, tetap akan difokuskan dengan pendekatan ekosistem.

Strategi pengembangan terintegrasi bahkan terus diperkuat dengan penerbitan Perpres nomor 28 tahun 2020 tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Sejalan dengan rencana pembangunan Pemerintah, pengembangan ekonomi dan keuangan syariah akan mencakup (i) pengembangan industry produk halal; (ii) pengembangan industry keuangan syariah; (iii) pengembangan dana sosial syariah; dan (iv) pengembangan dan perluasan kegiatan usaha syariah.

Laporan Ekonomi dan Keuangan Syariah Tahun 2019, merupakan edisi perdana, dan telah merangkum dengan lengkap perkembangan terkini dan kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Bank Indonesia dalam bersinergi bersama Pemerintah dan otoritas terkait. Laporan yang akan diterbitkan secara tahunan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi evaluasi dan perumusan kebijakan ekonomi dan keuangan syariah nasional, khususnya da

Baca :  Kemenperin Siapkan Aparat Industri Hadapi Kenormalan Baru