Semester I-2020, Laba Bersih CSRA Naik Jadi Rp43 Miliar

ILustrasi

JAKARTA-Pada Semester I-2020, PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mampu mencatatkan kenaikan laba bersih menjadi Rp43,04 miliar dari Rp4,43 miliar di periode yang sama 2019.

Kenaikan signifikan tersebut ditopang oleh peningkatan nilai penjualan, perolehan laba selisih kurs dan penghasilan keuangan selama enam bulan pertama tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi CSRA yang dipublikasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (22/9), total penjualan bersih Cisadane Sawit di Semester I-2020 mencapai Rp273,33 miliar atau lebih tinggi dibanding perolehan di Semester I-2019 yang senilai Rp223,46 miliar.

Namun, selama enam bulan pertama tahun ini CSRA mencatatkan kenaikan beban pokok penjualan menjadi Rp163,86 miliar dari Rp158,04 miliar pada periode yang sama di 2019 Miliar.

Sehingga, laba bruto CSRA pada Semester I-2020 tercatat sebesar Rp109,48 miliar atau lebih tinggi dibanding Semester I-2019 yang hanya senilai Rp65,42 miliar.

Sementara itu, beban usaha CSRA pada paruh pertama tahun ini tercatat senilai Rp53,15 miliar atau lebih rendah dibanding periode yang sama di 2019 sebesar Rp53,43 miliar.

Per akhir Juni 2020, besaran laba yang timbul dari perubahan nilai wajar atas aset biologis tercatat Rp26,58 miliar.

Pada Semester I-2020, CSRA mampu mencatatkan laba selisih kurs (neto) sebesar Rp89,32 juta, padahal diperiode yang sama perseroan masih mencatatkan rugi selisih kurs senilai Rp55,01 juta.

Penghasilan keuangan CSRA selama enam bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp511,94 juta, sedangkan beban keuangan relatif stagnan senilai Rp31,81 miliar.

Per 30 Juni 2020, total liabilitas CSRA tercatat sebesar Rp825,4 miliar atau mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2019 yang mencapai Rp903,66 miliar.

Sedangkan total ekuitas per akhir Juni 2020 tercatat Rp559,19 miliar atau lebih tinggi dibanding posisi per akhir Desember 2019 yang senilai Rp464,9 miliar.