Berbagai Kalangan Dukung Wahidin, Kutuk ‘Premanisme’ Oknum Polisi Bekasi

130
Demonstrasi menentang tindakan pengeroyokan aktifis buruh

KARAWANG-Dukungan moril terhadap Ketua DPC Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) Kabupaten Karawang, Wahidin yang menjadi korban tindakan pengeroyokan  oknum Polres Bekasi kian meluas. Beberapa waktu lalu, ribuan buruh anggota PPMI se Jabar (Karawang, Bekasi, Purwakarta dan Bogor), NGO, Ormas, mahasiswa, aktivis, kalangan profesional, tokoh pemuda dan kalangan pers menggelar aksi  keprihatinan bersama  di halaman Kantor Pemerintah Daerah  Kabupaten Karawang. Tak hanya ini, sejumlah ulama dan tokoh masyarakat juga memberi dukungan terhadap perjuangan salah satu tokoh pejuang buruh ini.

Presidium PPMI, Fuad Anwar dalam pernyataannya mengecam keras tindakan “premanisme”  oknum polres Bekasi. “Kami mengutuk tindakan provokatif, penganiayaan, pengeroyokan dan penembakan yang dilakukan oknum Kasat Intel, beberapa Polisi Polres Bekasi, oknum manajemen dan sekuriti PT  Juisin Indonesia pada (23/2) lalu,” ujarnya.

DPP PPMI menegaskan akan terus memperjuangkan dan menuntaskan hal ini demi keadilan. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen buruh di Indonesia untuk bersama-sama mengawal kasus kekerasan ini.

Penuntasan kasus ini sangat penting karena potensi kekerasan serupa akan menimpa buruh di daerah lainnya. “Kami terus berupaya secara proporsional dan maksimal agar kasus ini diusut tuntas. Jangan pandang bulu,” terangnya.IMG-20160227-WA0019

Kuasa Hukum PPMI Eko Novriansyah P, SH, mengingatkan seluruh elemen buruh se Jabar, terutama PPMI untuk melakukan aktifias yang terukur serta  tidak terpancing atau memancing yang menimbulkan gesekan. “Perlu saling menghormati serta bermartabat dalam menyikapi hal ini. Kepada semua anggota PPMI dan semua pihak untuk bersama-sama saling mendoakan agar akan banyak hikmah yang lebih baik, lebih menguatkan, lebih membesarkan, lebih intropeksi diri kita semua atas hal ini. Selalu diberi kemudahan, kelancaran serta kesehatan,” tuturnya.

IMG-20160227-WA0022

Dia menegaskan upaya penuntasan kasus ini secara serius sebagai bukti cinta buruh atas bangsa ini. Buruh ingin menjadi counterpart yang sepadan dengan pengambil kebijakan di negeri ini. “Kita semua cinta negara ini, Intitusi-institusi/Lembaga Negara/Pemerintahan ini, Apalagi TNI/POLRI,” tegasnya.

Namun, semua harus sepakat melawan setiap tindakan penzholiman terhadap buruh. Hal ini tidak dapat dibenarkan. “Tindakan mengabaikan hukum, melukai hati masyarakat dan mencoreng institusi adalah cerminan kekerdilan cara berpikir sang oknum. Ingat, lembaga Kepolisian oleh, dari dan untuk masyarakat. Jangan rusak sendiri,” tegasnya.