BI-IDB Angkat Peran Ekonomi Syariah

34
Gubernur BI, Agus Martowardoyo/dok antara

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) bersama Islamic Development Bank (IDB), mengangkat peran ekonomi dan keuangan syariah untuk mencapai pertumbuhan yang berkesinambungan. Fokus isu ini diusung dalam forum internasional keuangan syariah (Global Forum Islamic Finance) yang diselenggarakan di Jakarta (16/5).

Pada tahun ini, tema yang diangkat adalah “Role of Islamic Finance in Achieving Sustainable Development Goals” dengan harapan bahwa industri keuangan syariah dapat berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) yang berfokus terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan, penurunan pengangguran, dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo menyampaikan keseriusan Bank Indonesia untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Global Forum Islamic Finance merupakan agenda tahunan dan bagian dari rangkaian acara Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) yang membahas isu – isu strategis terkini mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia. Isu-isu yang dibahas adalah stabilitas keuangan global, keuangan inklusif, dan kesejahteraan dengan adanya kontribusi keuangan syariah terhadap pencapaian SDGs. Selain itu, forum ini membahas tantangan yang dihadapi sektor keuangan syariah di beberapa negara anggota IDB, termasuk Indonesia, untuk mencapai target SDGs sehingga keuangan syariah dapat inklusif terhadap pertumbuhan ekonomi.

SDGs merupakan inisiatif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dimulai pada 2012. PBB merekomendasikan kepada seluruh negara untuk mengadopsi SDGs yang terdiri dari 17 (tujuh belas) pencapaian, yang antara lain mencakup pemberantasan kelaparan, kesehatan yang baik, pendidikan yang berkualitas, pekerjaan yang baik dan pertumbuhan ekonomi. Terkait SDGs, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan pandangan bahwa SDGs sejalan dengan semangat keuangan syariah yang berdasarkan nilai – nilai etika Islam yang diturunkan dari tujuan syariah (maqasid al-Shariah). Oleh karena itu, forum ini menjadi penting untuk mendiskusikan pengembangan keuangan syariah untuk berkontribusi terhadap pencapaian SDGs.

Semenyara itu, Deputi Gubernur, BI, Perry Warjiyo, bertindak pula panelis untuk memberikan pandangan BI mengenai tantangan yang dihadapi Indonesia untuk mencapai SDGs dan peran BI dalam mendukung sektor sosial yaitu zakat dan wakaf untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan inklusif.

Selain penyelenggaraan Global Forum Islamic Finance, akan diselenggarakan pula berbagai kegiatan seminar maupun pameran terkait ekonomi dan keuangan syariah. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan bagian dari sidang tahunan IDB, yang berlangsung pada 15-19 Mei 2016 di Jakarta dengan mengusung tema “Meningkatkan Pertumbuhan dan Mengentaskan Kemiskinan melalui Pembangunan Infrastruktur dan Keuangan Inklusif”. Dalam sidang ini, untuk pertama kalinya sejak tahun 1995, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah.

Selain itu, Gubernur  BI akan menjadi kepala delegasi pada sidang Dewan Gubernur IDB pada tanggal 18 Mei 2016. Hal ini diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di dunia.