Fahri Minta Aktifis Berani Tolak Rezim Otoriter

53

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta para aktifis untuk tetap kritis terhadap pemerintah. Karena sebagai aktivis harus terus mengasah insting. “Terutama ketika negara menghadapi ancaman dan bahaya,” katanya kepada wartawan Senin (17/7/2017) di Gedung Nusantara III DPR.

Fahri Hamzah menerima audiensi perwakilan aktivis yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus dan memberi semangat kepada para pemuda.
“Kita tidak boleh kembali ke sistem otoriter setelah kita baru menapaki masa transisi menuju konsolidasi demokrasi,” tegasnya.

Para aktifis menemui Fahri dalam rangka berdiskusi dan menyampaikan pendapatnya terkait keluarnya Perppu Nomor 2 Tahun 2017.

Nampak yang hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan Cipayung Plus yang berasal dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi (LMND).

Menurut perwakilan yang hadir, semua organisasi Cipayung Plus sedang berbagi tugas. Yang lainnya sedang berkonsolidasi untuk menyiapkan aksi.

Dalam pertemuan tersebut, Kelompok Cipayung Plus menyatakan menolak tegas pemberlakuan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Ormas. Mereka juga berencana melakukan serangkaian aksi secara nasional untuk menggalang rakyat dan organisasi masyarakat sipil dalam penolakan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, beberapa pernyataan menarik terlontar dari para aktivis. Aktivis GMKI menyatakan bahwa Perppu ini berpotensi tidak hanya memberangus kelompok kanan saja. Tapi juga kelompok masyarakat sipil yang berseberangan dengan rezim dan dianggap atau berpotensi membahayakan. ***