Jokowi: Sebagai Pewaris Nabi, Nasihat Sejuk Ulama Dinanti Umat

40
Presiden Jokowi bersilaturahmi dengan Pimpinan MUI, Pengurus Besar NU , dan Pengurus Pusat Muhammadiyah, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11)

JAKARTA-Presiden Joko Widodo berharap para ulama Indonesia berani mengambil sikap tegas bahwa antara Islam dan ke-Indonesia-an bukan harus dipertentangkan, tetapi harus dijaga, dipelihara, dan diperjuangkan bersama-sama. Karena itu, sebagai pewaris Nabi, nasihat sejuk ulama dinanti oleh umat.

Hal ini disampaikan Presiden Jokowi saat bersilaturahim dengan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (1/11)

Turut hadir mendampingi Presiden Jokowi, Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Tampak hadir dalam pertemuan itu antara lain Ketua MUI KH. Makruf Amin, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj, dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Presiden Jokowi mengatakan, silaturahim antara ulama dan umara ini harus terus dijalin, terus dipelihara, terus dirawat, dan terus ditingkatkan.  “Saya percaya para ulama sebagai pewaris nabi, dan penerus tugas-tugasnya yang membawa kabar yang baik, menjaga umat memberikan peringatan, memberikan tuntunan kepada umat kita semuanya. Nasehat yang penuh kesejukan dan penuh kedamaian saya kira sekarang ini sangat di nanti-nanti dari para ulama, oleh umat,” kata Presiden.

Presiden menyampaikan upaya menjaga NKRI merupakan tugas bersama-sama anak bangsa. Hal ini penting agar bangsa ini tetap berdiri kokoh menjadi bangsa yang maju.

Ia mengemukakan, dari beberapa pertemuan kami dengan kepala-kepala negara terutama anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), mereka menyampaikan sangat menghargai apa yang terjadi di Indonesia, baik mengenai kerukunan, baik hubungan antara ulama dan umara, juga dalam kehidupan sehari-hari keagamaan kita, mereka sangat mengapresiasi sekali.

Untuk itu, Presiden berharap, para ulama juga berani mengambil sikap tegas bahwa antara Islam dan ke-Indonesia-an bukan harus dipertentangkan, tetapi harus bersama-sama dijaga, dipelihara, dan diperjuangkan.