Jonan: Saya Dihubungi Presiden Jokowi Jam 11.00 WIB

32
Menteri ESDM, Ignasius Jonan

JAKARTA-Meskipun pernah bertemu Presiden Joko Widodo sekitar sebulan lalu, mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengaku baru dihubungi Presiden pada Jumat (14/10) untuk dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM. “Ya pernah bertemu sekitar satu bulan yang lalu atau satu setengah bulan yang lalu, tapi berbicara secara umum. Dan saya baru dihubungi Presiden pada pukul 11.00 WIB,” kata Jonan kepada wartawan usai pelantikan dirinya sebagai Menteri ESDM dan Arcandra Tahar sebagai Wakil Menteri ESDM, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/10).

Jonan mengaku akan melakukan pembenahan di sektor minyak dan gas (Migas). Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Jokowi. “Nanti saya kira arahan yang lebih detil menunggu beliau, gitu,” ujarnya.

Mantan Menhub ini enggan memberi jawaban pasti terkait dengan program prioritasnya. Yang pasti, sesuai dengan arahan Presiden. “Yang pasti, sesuai dengan sumpah jabatan tadi. Kalau detilnya nanti lah,” tukasnya.

Mengenai perasaannya dilantik kembali sebagai menteri Kabinet Kerja, Jonan mengaku bersyukur. “Alhamdulillah. Ya alhamdulillah balik lagi.”

Sementara itu Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan, masalah kewarganegaraan yang pernah dihadapinya sudah selesai setelah pelantikan ini.

Fokusnya kedepan adalah melakukan revitalisasi di sektor energy Indonesia bersama Menteri Ignasius Jonan. “Dalam hal ini kita butuh figur Pak Jonan, dan saya sepenuhnya akan mendukung Pak Jonan menjalankan tugas-tugas menteri ESDM,” tegas Arcandra.

Arcandra berharap, semoga niatnya pulang ke Indonesia setelah sekian lama tinggal di Amerika Serikat (AS) diluruskan.

Pengusaha minyak ini mengaku siap mengemban tugas yang diamanatkan negara. “Dimana pun ditempatkan, itu keputusan terbaik Presiden, saya siap untuk mengabdi dimanapun dan kapanpun,” jawabnya.

“Sekali lagi, semoga niat saya pulang diluruskan dan inilah yang saya miliki sebagai orang Indonesia yang bekerja, pulang, dan mengabdi kepada negara,” tegas Arcandra.

Mengenai posisinya sebagai Wakil Menteri, Arcandra meyakini Presiden tentu punya pertimbangan mengenai Kementerian ESDM ini. “Sebagai warga negara Indonesia, kalau itu ada nomenklatur wakil menteri sebagaimana ditetapkan oleh  Presiden, tentunya saya harus mendukung apapun yang diputuskan oleh  Presiden,” pungkasnya.